July 24, 2023

Masuk Sekolah

 


Assalamualaykum teman-teman blog! Sudah lama sekali ga menyapa lewat blog, alasan klasik tolong diterima ya.

 

 

                                                                     Pict from here

Alhamdulillah, bulan juli tiba, bulannya kesibukan ibu-ibu mengurus anak berangkat sekolah dimulai. Tahun ini, Sulung kami masuk ke jenjang TK B dan pindah sekolah (karena kami saat ini sudah pindah tempat tinggal juga, next time ya ceritanya). 

Sebelum memutuskan untuk memilih sekolah dimana, kami sebagai orang tua (aku dan paksu) sudah terlebih dahulu melihat-lihat secara online sekolah-sekolah yang ada di wilayah kami yang baru. Meskipun wilayah ini adalah wilayah kekuasaanku sejak aku kecil, time flies, everything has changed. Kami perlu melakukan pencarian data dengan cara “tinjauan online’ serta wawancara kepada teman-teman yang memiliki anak-anak usia sekolah.

Wah, tidak menyangka, kota kelahiranku yang dulu aku anggap kecil dan ndeso, saat ini memiliki banyak fasilitas pendidikan yang berkualitas dan jumlahnya semakin bertambah. Kami sendiri, akhirnya memutuskan untuk menyekolahkan si sulung di sekolah yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal kami. Sebab untuk usia TK jarak tempuh yang jauh dan kemacetan pagi hari bukan sesuatu yang kami inginkan bagi anak kami. Qadarullah, ternyata Gedung TK mulai tahun ajaran baru 2023 pindah ke Gedung baru, bergabung dengan SD nya. Jaraknya masih cukup terjangkau bagi kami. So, it is ok!

Kami memilih menyekolahkan anak kami di sekolah yang berbasis Islam, karena kami muslim. Tentu saja dengan pertimbangan jarak, serta biaya yang bagi kami cukup masuk akal. Sebab tahu sendiri ya, saat ini banyak sekolah-sekolah yang menawarkan beragam kurikulum bahkan kurikulum internasional. Sehingga bayaran sekolahanya pun mengikuti. Oiya, meskipun berbasis Islam, kami juga penuh kehati-hatian dalam memilihkan sekolah. Sebab banyak pertimbangan terkait dengan penanaman tauhid serta akidah yang harus dijaga dan lurus sesuai sunnah. Minimal sekali masih berada di jalur yang benar.

Menyekolahkan anak di sekolah berbasis agama, memang menjadi salah stau tren yang diminati orang tua di masa kini. Karena diharapkan anak-anak selain dapat ilmu akademik juga dapat ilmu agama.

Dulu, aku juga sempat berpikir demikian. Tetapi tertampar kemudian karena sebuah reminder dari postingan atau dari grup parenting (lupa banget dapet darimana). Bahwa, sekolah itu bukan tempat untuk mendidik. Sekolah yan tempat sekolah. Tugas mendidik adalah tugas utama orang tua. Jangan sampai, kita sudah menyekolahkan anak di sekolah agama, lantas menjadi shortcut untuk berlepas diri dari tanggung jawab tersebut. Terutamanya tanggung jawab untuk mengajarkan agama kepada anak.

Makjleb sekali bukan. Dengan kualitas dan kondisi pemahaman agama yang masih cetek, kadang aku merasa sedih. Apa yang bisa aku ajarkan ke anak-anakku. Huruf hijaiyah? Makhraj huruf pun aku belum bisa T_T. PR sekali bukan jadi orang tua. Rasanya selalu marathon dengan tumbuh kembang anak-anak.

Saat belum menikah dan punya anak, kita sering terlena untuk selalu mengejar ilmu duniawi yang akan menunjang pekerjaan kita. Mengambil lanjutan S2, S3, short course dan lainnya. Saat menikah dan menjadi orang tua kita kewalahan dengan banyak hal yang kita hadapi. Karena semua totally new. Bahkan orang tua kita sendiri pun belum tentu mengajarkan dan mewariskan ilmu tersebut. Diwariskan pun kadang sering bertentangan dengan konten-konten yang sering dibagikan para dokter, psikolog dan selebgram di akun IG.

Seperti saat masuk sekolah kali ini pun, meskipun bukan pertama kali bagi si Sulung (karena sebelumnya sudah TK A tetapi tidak sampai selesai), aku sempat worry kepadanya. Kepada diriku sendiri juga sih.

Worry apakah nanti dia bisa beradptasi dnegan teman-teman, guru dan sekolah barunya? apakah dia bisa mendengar dan memahami penjelasan guru di depan kelas? Apakah dia bisa bergaul, berteman dan berkenalan dengan teman baru? Apakah dia apakah dia apakah dia apakah dia….. too much.

Akupun sendiri kenapa jadi sangat galau, padahal sebelumnya sangat bersemangat karena melihat anakku mematut seragam barunya 3 minggu sebelum masuk sekolah. Ibunya malah yang kena demam panggung. Selain worry dengan kondisi anak, juga cukup worry dengan bagaimana nanti tipe wali murid kelasnya? Sebagai tipe yang mudah terkuras energinya jika ngobrol dengan banyak orang, aku cukup hati-hati ketika berkomunikasi dengan orang baru.

Karena tampilan muka yang setelan pabriknya judes ini, kurang cocok ya bersosialisasi yang harus banyak senyumnya T_T

Apalagi jika ada kegiatan kumpul-kumpul, aku ga bakat banget. Karena ya itu tadi, sering kelelahan kalo ketemu banyak orang.

Oh iya, aku worry juga apakah bisa selalu istiqomah membawakan bekal snack dan maksi yang variative buat si Sulung…uwwww. Memutar otak, supaya menu tetap bervariasi, sehat, bergizi, ga ribet dan tetap masuk di anggaran bulanan.

Apapun itu, satu minggu pertama sudah terlewati dengan baik dengan ijin Allah.

Minggu ke dua kali ini (tentu saja dan seterusnya) semoga semakin lancar dan menjadi habit yang baik buat kami semua.

Semoga para orang tua selalu menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Serta anak-anaknya bisa menjadi anak-anak yang soleh dan solihah.

Aamiin.

Salam, piss love and gawl!

Wassalam.

Resti

-pejuang bekal dan ojek sekolah-

 

 

July 15, 2022

Jurnal Matrikulasi – Bersiap Menjadi Changemaker (Zona 4 Misi 10)

 

 

Bismillah,

Tidak terasa pekan ini adalah pekan terakhir untuk program matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 10. Masih ada kesempatan untuk skip misi, tetapi rasanya sayang. Karena niat di awal adalah ingin berubah, maka diriku sudah benar-benar bertekad untuk menyelesaikan misi 10 ini supaya tuntas dan memberikan insight serta perubahan untuk diri ini.

July 9, 2022

Jurnal Matrikulasi-Aku Berkarya, Aku bahagia (Zona 4 Misi 9)

 



Bismillah

Memasuki minggu ke dua bulan Juli ini, ternyata hari senin lalu tidak ada materi. Terkaget-kagetn tentunya, karena biasanya materi jam 19.30 malam, eehh…buka FB grup, ada pengumuman jam 10 siang. Ternyata, misi yang biasanya meluncur hari rabu, pekan ini meluncur lebih awal. Wah, wah, wah apa ini? Apakah misi 9 sangat sulit sehingga harus diumumkan hari Senin?

Berangkat dari misi 8 tentang mengisi kuadran aktivitas, kami para penjelajah diminta untuk merencanakan pengalaman kami secara daring maupun luring. Grup WA tentu saja sekketika mnejadi heboh, aku yang sedari tadi tidak terlalu memantau akhirnya menyimak penjelasan di FBG.

July 1, 2022

Jurnal Matrikulasi – Siap Berkarya dengan Bahagia (Zona 4 Misi 8)

 


Bismillah…

Pekan ini sudah memasuki zona 4 yaitu zona cemilan. Tidak terasa sudah masuk ke bulan Juli juga, semoga masih kuat komitmenku untuk menyelesaikan proses matrikulasi ini hingga lulus dan lanjut kelas BunSay alias Bunda Sayang.

Setelah seminggu lalu kami rehat dari kegiatan perkuliahan dan diisi dengan pekan Bahagia atau pekan aliran rasa, pekan ini mulai dipanasin lagi nih. Gak tanggung-tanggung, judul minggu ini adalah “Siap Berkarya dengan Bahagia”. Materi disampaikan dengan luwes oleh Mbak Yayan Nurliana dari IP Kalimantan Barat.

 

June 25, 2022

Jurnal Aliran Rasa Ibu Profesional

  


Bismillah…

Segala puji bagi Allah Subhanahuwata’ala, akhirnya sampai ke pekan ini. Pekan ini lumayan “wow” sebab ga ada materi dan ga ada misi yang biasa harus dikerjakan para matrikan. Karena pekan ini adalah pekan aliran rasa, pekan misi Bahagia. Senin biasanya ada materi dari teman Widyaiswara IIP dan selasa biasanya Selam materi yang senin diberikan. Tetapi minggu ini, hari senin dan selasa isinya adalah zoom meeting matrikan per WAG.

Jadwal zoomku adalah senin malam dan selasa pagi. Karena kalo pagi aku high activity, maka aku memilih senin malam. Qadarullah senin malam banyak sekali rekan-rekan matrikan yang join. Setelah ice breaking, langsung bagi kelompok. Jadi, kami di bagi di ruang zoom yang lebih kecil. Ada 7 kelompok dan aku memilih kelompok 7. Karena aku berpikir, kalo kelompok 1 atau kelompok awal pasti banyak pemilihnya dan resiko out dari zoom lebih besar, hehehe. 

<

June 18, 2022

Jurnal Matrikulasi - Piramida Ibu Profesional (Zona 3 Misi 7)

 

 


Bismillah...

Melanjutkan perjalanan sampai ke misi 7 kali ini semakin asyik dan semakin menyenangkan. Rasa khawatir bakalan ga kuat ikut perkuliahan dan juga mengerjakan misi akhirnya sudah hilang. Kegiatan matrikulasi sudah menjadi habituasi bagiku dan anggota keluarga di rumah, bahwa setiap senin dan selasa malam aku akan mengikuti kuliah online dan setiap kamis hingga jumat nyicil nyetor tugas yang deadlinenya sabtu jam 10 pagi. Alhamdulillah selama ini masih bisa mengumpulkan tugas sebelum deadline. Udah gamau lagi ya jadi pejuang last minute, karena efeknya ga Cuma ke badan tapi juga ke keluarga. Emang ga last minute sih, tapi SKS wkwkwk…jadi jumat malam biasanya ngebut ngejurnal dan posting di blog.

June 10, 2022

Jurnal Matrikulasi – 5 Karakter Moral Ibu Profesional (Zona 3 Misi 6)

 


Bismillah…

Memasuki minggu ke dua bulan Juni, Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk berada di matrikulasi Ibu Profesional. Alhamdulillah menyelam semakin dalam, masuk ke misi 6 yaitu 5 Karakter Moral Ibu Profesional. Menurut Mba Hamidah Rina Mantiri, pengampu materi ini, karakter moral IP tidak diajarkan, tetapi diperkenalkan. Karakter moral memiliki kaitan yang erat dengan core value Ibu Profesional.

Karakter moral bisa menjadi ciri khas yang tidak perlu kita selalu katakan, “aku ini Ibu Profesional, lho”. Tapi orang lain bisa dengan mudah menangkap dari pembawaan kita, tingkah laku dll.

So, apa saja karakter moral ibu professional?

June 4, 2022

Jurnal Matrikulasi – Siapkah aku menjadi Ibu Profesional Kebanggan Keluarga? (Zona 3 Misi 5)

 


Bismillah…

Alhamdulillah, masih melanjutkan perjalanan matrikulasi lebih dalam ke Misi 5 dan memasuki zona baru yaitu main course atau hidangan utama. Jujurly, baru melanjutkan menyimak video rekaman materi dari Mba Rusna Meswari atau Mba Una. Qadarullah sejak hari senin anak-anak sakit demam dan diare. Sudah hampir menyerah rasanya mengerjakan tugas jurnal ini. Ingin skip tugas ini, padahal materinya pun belum aku sentuh. Allah mudahkan, Rabu lalu si adik ternyata muncul gejala gawat darurat yang harus segera dibawa ke dokter. Akhirnya kami semua boyong ke dokter untuk memeriksakan kondisi anak-anak kami.

May 27, 2022

Jurnal Matrikulasi – Core Values Ibu Profesional dalam Peta Belajarku (Zona 2 Misi 4)

 


Bismillah...

Segala syukur kepada Allah, masih mengijinkan aku untuk melanjutkan penyelaman dengan teman-teman lain melaju lebih dalam di zona 2 appetizer. Pada pos kali ini, kami para penyelam mendapatkan materi tentang Core Values yang disampaikan oleh sahabat Widyaiswara Teh Endang Prasdianti atau akrab disapa Teh Dian.

Pembelajaran mengenai Core Values diharapkan dapat menghasilkan pemahaman dan penjiwaan para penyelam mengenai Core Values selama berkomunitas di Ibu Profesional. Serta pendalaman mengenai Core Values pada setiap tingkat perkuliahan. FYI, di IIP (Institut Ibu Profesional) ada beberapa tingkatan perkuliahan, yaitu Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif dan Bunda Saleha. Masing-masing kelas ini beda-beda ya pembelajaran yang dilakukan. Sementara aku saat ini sedang berada di tahap matrikulasi, masih awal banget. Maka dari itu menuju kelas-kelas tersebut, aku perlu membekali dulu dengan dasar-dasar ilmu supaya bisa menerapkan semua ilmu yang diperoleh.

Bagi sebuah komunitas atau kelompok, CORE VALUES merupakan sebuah nilai-nilai yang dijunjung atau menjadi pedoman bagi para anggotanya untuk semakin mendalami peran mereka dalam berkomunitas.

Jujurly, untukku memahami materi ini cukup berat. Butuh berkali-kali kontemplasi dengan diri sendiri mengenai CORE VALUES IBU PROFESIONAL. Sebab materi ini beneran intinya adalah mendevelop kepribadian dan niat kita dalam menjalani peran.

May 21, 2022

Jurnal Matrikulasi - Merdeka Belajar, Menyusun Peta Belajar (Zona 2 Misi 3)


 

Bismillah,

Belajar, belajar dan belajar terus. Ternyata menjadi manusia memang tugasnya belajar, belajar bukan tentang mencari ilmu di bangku sekolah formal. Ada guru, ada bangku, meja, ruang kelas, ujian dan buku materi. Hidup juga sebuah media pembelajaran yang tiada henti.  Terkadang kita ujian dulu baru dapat hikmah, kadang dapet bekal dulu baru dikasih ujian.

Melanjutkan misi ke tiga kali ini (Alhamdulillah lulus Misi 2 yang lalu dan bisa melanjutkan misi ke 3), jadi misi ke 3 ini adalah menyusun peta belajar. Sebelumnya pada hari Senin 16 Mei 2022, kami para penjelajah mendapat materi Appetizer dari Mba Lulu Maslukanah yaitu tentang Merdeka Belajar.

May 13, 2022

Jurnal Matrikulasi - Bekal Belajar Mengikuti Matrikulasi Penjelajahan Samudra Amarta (Zona 1 Misi 2)



Bismillah,

Alhamdulillah Ramadhan dan Idul Fitri sudah selesai dilaksanakan, langsung cuss materi matrikulasi Penjelajahan Samudra Amarta Institut Ibu Profesional.

Sebenernya excited banget akhirnya bisa belajar lagi, bisa mengerjakan tugas lagi, berasa sekolah lagi ya kan. Walaupun saat ini kondisinya sudah jadi Full Time Mom ngasuh dua anak yang lagi aktif-aktifnya, menemani suami yang sedang semangat meniti karier, mengelola rumah tangga dan juga buka toko online palugada …rasanya dibanding dulu saat menjadi pegawai lebih sibuk sekarang, hehehe.

Ibarat akan menempuh perjalanan jauh, begitu pun dengan matrikulasi IIP ini, sebagai penjelajah butuh yang namanya bekal yang harus dipersiapkan supaya perjalanan bisa berjalan dengan lancar. Walaupun tentu saja pasti akan banyak halangan dan rintangan, tetapi jika bekal sudah OK, yakin bisa melewatinya.

September 11, 2021

The Woman who changed to be a Mother

                                 sumber: pixabay
 

Bismillah..

Rasanya kangen sekali dengan blog ini. Sudah mengumpulkan niat, mengumpulkan tenaga di akhir-akhir jam menuju tidur untuk buka laptop dan mengetik postingan di blog, tapi tetep kalah sama rasa males!

Lihat postingan terakhit itu tahun 2018, sekarang 2021 pun sudah sisa 3 bulan lagi. Betapa 3 tahun ku ke belakang sepertinya sibuk sekali ya...

 

October 4, 2018

Time to Encourage Myself


i took from here


Menjalani kehidupan yang serba monoton, selalu menunggu jumat karena jika jumat berakhir maka esok adalah sabtu dan minggu adalah rutinitasku sekitar 8 bulan belakangan. Sejak balik lagi ke dunia kerja, berangkat pagi, pulang sore, momong anak, makan malam atau masak sesekali, kemudian tidur. Life cycle yang begitu, rasanya kurang menantang. Meskipun ak tau setiap hari buat bangun pagi dan at least nyiapin sarapan juga tantangan tersendiri….
 i took from here

July 9, 2018

Berkeluh Kesah (Komuter Tangsel-Jakarta)

Mulai awal tahun ini, aku resmi kembali menjadi penduduk siang jakarta. Penduduk siang jakarta adalah sebutan bagi para komuter dari pinggiran sekitaran Jakarta yang memasuki Jakarta di pagi hari dengan brutalnya terutama dengan KRL dan kembali ke habitatnya sore hari. That is why, Jakarta rame banget kan kalo siang hari?

memangnya siapa sih penghuni puluhan gedung bertingkat di Jakarta ini kalo bukan rombongan komuter dari pinggiran?

June 26, 2018

KOMENTATOR LEBARAN



Lebaran adalah momen yang ditunggu-tunggu untuk mudik berkumpul dengan keluarga, bermaaf-maafan, makan makanan enak, dapet THR dari saudara yang sudah bekerja atau lebih tua,  dan saling mengunjungi sanak keluarga lain.

https://id.theasianparent.com/wp-content/uploads/2013/07/shutterstock_103045553.jpg

May 7, 2018

Dapet Kerja!

Alhamdulillah, akhirnya masuk tahub 2018 dimana di tahun 2017 aku bener2 ga rajin ngeblog. Alasan: ngurus anak.

Emang sih ngurus anak itu alasan yg bs diterima. Dulu kadang ak pikir ngurus anak ga susah. Deuh, pas jalananin ternyata aku kadang hampir tidak sanggup. Hahaha. Alhamdulillah juga skrg punya ART yang bantu2 kerjaan rumah dan jaga anak. Karenaaaaa..en ing eng! Si ibu rumahan ini dapet kerja! Yeay yeay yeay! Balik lagi kehidupan commuterline.

kerja dimana?
alhamdulillah ketrima CPNS di salah satu kementerian di indonesia. alhamdulillah lagi, kantornya ga jauh kaya kantor sebelumnya yang harus ganti kereta 2 kali. ini hanya turun sampe tanah abang kemudian sambung angkot 08 dan berhenti tepat depan kantor.

so, banyak banget hal yang harus dilakuin dalam 3 peran ini. as a mom, a wife and a public servant.

yuk mari semangat dulu paling ga. niat yang paling utama karena namanya juga kerja, harus niat dan semangat.




September 13, 2017

Ups, Strip dua!

Halooo...

Ternyata sudah lama banget ga update blogpost. Iya semenjak resign dari kantor, kemudian hamil dan melahirkan. Blog ini lumayan nganggur banget. 

Postingan pertama ini setelah sekian lama nganggur ga ngepost, mau bahas tentang cerita kehamilan. Sebenernya sih dulu niatnya mau bikin perbulan saat hamil. Cuma kayanya ora ilok ya cerita-cerita hamil, saat lagi hamil. Meskipun intinya sih berbagi cerita. 

Masuk Sekolah

  Assalamualaykum teman-teman blog! Sudah lama sekali ga menyapa lewat blog, alasan klasik tolong diterima ya.                          ...