Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts

December 15, 2011

NURLELA NAMAKU

Lahir dari sepasang orang tua yang dibesarkan pada background agama, membuat orang tuaku mendidik anak-anaknya dengan cara agama pula. Namakupun, bukan sebuah nama jawa (ya, aku bersuku JAWA). Nama yang biasa kamu bakal dengar di beberapa cerita seribu satu malam. 
Ketika aku memasuki sekolah dasarpun, aku mengalami kesulitan menulis nama panjangku yang memang aku saja susah untuk mengingatnya saat itu. Aapalgi ketika masa ujian akhir sekolah, aku harus menuliskan namaku dan kemudian melingkari di sebuah LJK dengan bulatan-bulatan pensil 2B. Itu pekerjaan yang menyita waktu.
Tapi walaupun begitu, aku tak menyalahkan kedua orangtuaku atas nama yang diberikan. Nenek bilang "nama itu doa, namamu itu sudah bagus nduk. Semoga allah menuntunmu ke jalan yang lurus supaya sama seperti namamu". Begitu pesan nenek ketika aku berusia 5 tahun. Saat itu aku hanya mengangguk-angguk setelah menangis karena aku lelah menulis namaku di buku latian. 

Nurlela begitu saja sudah cukup untuk memanggilku. Terserah ada yang mengatakan apakah aku yang jualan lele di rumah makan Lele Lela ato aku adalah seorang nurlela yang sering dinyanyikan penyanyi Atiek CB era 80an...ahhh bukan itu...NURLELA itu hanya untuk mempermudah orang-orang memanggilku saja, tidak lebih. Bagiku, nama NURLELA adalah nama hoki. Berkali-kali aku dikenal penyiar radio karena aku sering mengikuti kuis dan menang. 
Yeah! NURLELA tidak ada duanya. Tapi mungkin nama ini juga cocok bila aku ingin pindah jalur ke dunia perdangdutan. Wekzz, sebuah aliran musik yang menurutku ga banget. Aku selalu merasa ketika aku mendengar alunan kendang dan seruling yang terbayang olehku adalah sekumpulan abang-abang becak yang sering mangkal di pertigaan jalan sambil ngopi dan main kartu. 
Dan dengan nama ini akulah satu-satunya maba yang dikenal segerombolan komdis saat ospek karena mereka tertawa terbahak-bahak saat menanyaiku karena aku terlambat datang ke kampus.  Ya, aku terkenal bukan karena tampangku yang bohay. tampangku mah standar. Ibarat megan fox, aku mungkin KW 3 nya. Aku sangat standar sekali lagi.

BALADA NURLELA (1)

Aku tak ubahnya seperti seekor beruang di musim kawin ketika aku sedang IN A GOOD MOOD. Aku berlarian, ide mengalir tiada henti, selalu tersenyum sekalipun aku tau lagi-lagi kakiku menabrak kaki meja.
Dan aku akan seperti singa masai yang berhibernasi setelah seharian mungkin manghadap leptop berurusan dnegan segala tetek bengek pekejaan yang membuat aku sampe sekarang ga bisa punya kesempatan just flirting ke kaum adam.

source:http://uyayunahatake-on.blogspot.com/2010/10/polemik-wanita-terik-matahari-timbangan.html


Aku bukan seorang gadis belasan tahun yang masih berpikiran tentang idealisme kehidupan. aku sekarang adalah seorang wanita dan tentu saja masih gadis -aku belum pernah melakukan 'hal itu' dengan siapapun- yang sedang dalam proses..Sebuah proses yang aku yakini aku bisa mendapatkan segala yang aku impikan dengan cara yang lebih real. bukan dengan hanya duduk mengandai-andai diatas balkon rumah.

Sudah sejak hampir 3 tahun lalu aku meninggalkan rumah untuk merantau di kota ini. Sebuah kota yang menjadi impianku sejak aku memasuki gerbang sekolah menengah nomor satu di kotaku. Akupun kini merasa asing jika aku harus kembali ke rumah orang tuaku. Aku merasa seharusnya aku sudah bisa menabung untuk membeli sebuah rumah atas namaku. 

Hei,,,aku seorang perempuan. Kata teman kampusku, seorang perempuan tak usahlah yang namanya repot mikirin rumah. Kelak dia akan memiliki suami, maka dari suaminyalah rumah itu ada. Dan kata temanku yang lain, kita sebagai wanita harus pandai-pandai memilih calon suami. At least...dia sudah berwibawa....wiiiii,punya rumah sendiri, punya mobil sendiri, punya semuanya sendiri...
Ya iyalah...semua wanita pasti berharap seperti itu. Tapi mungkin agak berbeda denganku. Aku ingin punya rumah benar-2 atas keringatku. Atas segala upaya jerih payahku selama aku hidup. Selama aku berjuang di berbagai indtistusi pendidikan terbaik yang selama ini aku berhasil masuki. Atas segala ilmu yang aku dapatkan dari pengajar-pengajar hebat di dalamnya. Dan tentu saja atas segala harta benda yang orangtuaku korbankan selama ini untuk aku, anak perempuan pertamanya yang dengan yakin memilih dunia teknik untuk mencari nafkah. 


Aku selalu terobsesi menjadi seorang wanita karier yang hebat. Yang selalu pergi pagi dan pulang malam untuk bekerja. Mengenakan sepasang stiletto berhak tinggi di belakang sebuah kemudi mobil mewah dan memiliki apa yang selama ini aku inginkan.
Baju-baju dari butik ternama, sepatu-sepatu cantik yang bukan barang iskon di sebuah mall, perawatan top to toe di sebuah tempat perawatan mahal yang tidak memiliki embel-embel 'salon kualitas bos harga anak kos', bukan lagi seperti itu. Melanjutkan pendidikan master sampai doktoral di luar negeri. Eropah misalnya. Atau Amerikah atau Australia. Ah, bahkan asiapun belum aku jamah semua.

Aku bahkan tidak memikirkan dnegan siapa kelak aku akan hidup. Dengan pria macam apa aku akan mengikat janji sehidup semati. Akan berapa buah anak yang aku ingin miliki. Aku bahkan belum memikirkan tentang itu. Mungkin aku memikirkan, tapi itu berada di prioritas terbawah, dikalahkan keegoisanku.

Iya, aku egois. Mantanku bilang akau adalah sesosok wanita egois yang tidak pernah mau tau.
Kata siapa aku tidak pernah mau tau, toh selam akau menjalin hubungan dnegan dia, aku rasa akulah yang selalu lebih perhatian dibanding dia. Dia juga sama saja sepertiku. Sama-sama egois. Mungkin inilah faktor lain yang menyebabkan aku dan dia berpisah. Karena setiap haripun hubungan kami yang terpisah sejauh 100 kilometer ini seperti keadaan perang tahun 1945. Ribut, bertengkar, ahhh. semacam itulah kami. Tapi tak dipungkiri aku merasakan masa-masa indah bersama dia. Walaupun hanya seumur jagung. Mungkin lebih baik saat kami mula jadian kami bersama-sama menanam benih jagung ratusa hektar di sebuah ladang, lumayan ketika putus kami bisa panen jagung kemudian kami jual. Hush! sebuah imajinasi bodoh yang ga pantes dibicarakan.

Saat ini konsentrasiku hanya satu. Menyelesaikan studi sarjanaku dalam jangka waktu dekat. Aku tidak ingin 'wasting time' buat hal-hl yang menurutku ga berguna. 


Bersambung



Masuk Sekolah

  Assalamualaykum teman-teman blog! Sudah lama sekali ga menyapa lewat blog, alasan klasik tolong diterima ya.                          ...