Showing posts with label Jalan-Jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-Jalan. Show all posts

December 17, 2015

5 Cities and 4 Islands in 1 Day

Ga kuat rasanya bayangin judulnya, 5 kota dan 4 Pulau dalam 1 Hari. Udah ngalahin tour nya band-band papan atas. Tapi memang begitulah adanya perjalanan pulang dari Kaimana ke Yogykarta. Harus singgah di 5 kota dan 4 pulau di Indonesia dalam 1 hari dan perbedaan waktu yang kadang bikin bego. 

Alhamdulillah setelah 4 hari 3 malam di Kaimana, tim kami pulang kembali ke Jogja. Sama dengan saat berangkat, kami menggunakan maskapai Lion Air. Karena cuma Lion Air lah yang punya jurusan hingga ke daerah-daerah terpencil, dengan mengesampingkan masalah delay dan isu-isu buruknya. 

Sup Brenebon Rusa Kaimana

Selain kangen sama olahan ikan-ikanan di Kaimana, ada 2 list must have eat lagi yang belum aku coba.

Pertama adalah papeda, papeda itu olahan sagu yang dimasak jadi lengket-lengket kaya lem. Trus makannya bareng gulai ikan yang rasanya asem manis.

Kedua adalah daging rusa. Dulu saat di Kalimantan aku ga berani makan rusa. Aneh aja gitu, ga biasa soalnya. Tetapi saat pertama di Kaimana aku ga sempet makan sup Brenebon yang katanya lezatos itu.

Hotel Nirmala, Kaimana

I will describe an hotel where I stayed for 4 days and 3 nights in Kaimana. The name is Hotel Nirmala. It is located at Jalan Brawijaya No 1, Kaimana Kota. 

Actually, there're many hotel you can choose when you visit Kaimana. Say it Kaimana Beach Hotel and Grand Papua. The hotels have minimalism design and look like most hotel in Java. But the location is far from Kaimana Kota. It makes us difficult to find restaurant and some store to buy daily needs and snacks. 

The second travel to Kaimana, West Papua

22nd November 2015, I went to Kaimana for the second time! Yeay...

I imagined how long the travel will take. And I imagined how many fish I will eat there. Kaimana has a lot of fish, then Why I have to eat chicken there?
Several days before departed to Kaimana, I prepared a lot things I will bring. My personal needs and office needs. 

Btw, I bought a new luggage, polo hoby in shocking pink color. I bought it in Manja Bag Store in Jalan Solo, in front of Gardena.

Manja bag famous with excelent quality of luggage and economist price. For polo hoby luggage 20’, I paid 295K. You can visit her Instagram at manjabag.

March 3, 2015

Germany and Me - Religious Experience



That was 2012, the first time I flew to another continent, Europe. Yeah, I went to Germany with my friends, now we are not together anymore. So, I think it is lame I write this in the middle of nite.
Since we won a scholarship from DAAD, we went to Germany for 2 weeks in April. So much experiences. Nevertheless, Europe is totally different with Indonesia. 

 doc: writer

Now, maybe I don’t wanna share about my cool experiences there. Everybody knows Europe is better since its urban planning. I wanna share about being Moslem in a Country which is most of the citizen aren’t Moslem.

Well, I grown up in Indonesia, a place where maybe 90% of citizen are moslem. Islam education is easy to find. There are a lot of Masjid (ok, I write it as its called usually, I don’t want to make an ambiguition if I write Mosq, it’s like I wanna say mosquito). 

So, had a journey in a non-moslem country is kinda lil bit difficult for us. Moreover, all of my female friends include me uses veils. We had a silly experience when in Dubai. People thought we are TKW (Indonesian Female Labours who work in foreign but sometimes unskilled labour, they usually work as maids). Yeah, we can handle that. 

The best part in prayers room in Dubai airport was place to wudhu. It was acomodated we as women who want to wudhu. Very clean, neat. Something different when they did sholat, the women didn’t wear mukena like us. They just wore what they wore at that time. 

Arrived in Germany, it was so hard for us to know when we have to wake up for doing subuh praying and because different time zone, made us lil almost a lot jetlag, we are so surprised that we can do subuh praying in the 08.00 am in  the morning. Which is in Indonesia, we have to do this at 05.00am in the morning. 

The other difficult part was….found a place to do dhuhur and ashar. Because sometimes we still in the outside and there are no masjid in Germany. Although finally we found a masjid when we were in HannoversMuenden. We just walking around there then we met Turkish family who gathered in a kinda building, which was a masjid and some rooms inside. So we did praying then they asked us to stay a little while. They served us some cookies and coke *believe it or not, the cookies like nastar, famous Indonesian cookies which are served when idul fitri and christmas*. I still felt that way, when being minority and finally we found people who are in the same religion like us and we were like family. Even if we were different race, country, and language as well. 

The next place who we visited then we met Moslems was in Kassel. We had a lot time to spend time walk around their campus. OMG, their campus was so big. My little feet was just need to do more effort to finish that journey. Then, when we walked in the student’s dorm, we met a girl wore a veil, and said “assalamualaikum” to us in the crowd. Smiled to us, like no fear and like an old friend. Touched.
Still in the same city, when we walked around the city park, we met a man drove his car, and he waved his arm to us and said “assalamualaikum”. He stopped by and asked some of my male friends to come visit a Masjid near its neighborhood. Me and my female friends didn’t go to the invitation, buth my male friends. They told us that they did maghrib praying together and after finish solat, they had a dinner. The menu was chickens. Please resize Indonesian chicken 3 times bigger, maybe it was the menu’s size. Every body got 1 chicken for dinner. It made me envy that time :D

I thought Kassel has some moslem inside, beside I always found some cathedral. In front of our hotel there was a big church with its big bell. Every morning after we did subuh praying the bell rang. I opened the window, smelled the fresh air and remember the things about meeting a new family here. Maybe it is an ukhuwah islamiyah. I felt how we didn’t know each other but they served us like their family well. May Allah give them his blessings, so do we.

Salam,
Resti

August 10, 2014

Borneo on Duty -Part 2-

Part 2 begins.

Bagian dua ini menceritakan perjalanan dari Balikpapan ke Kubar.

Jadi demi perjalanan darat yang lama banget itu antara 10-12 jam, kami inisiatif buat berangkat pagi banget. Jam 6 niatnya, tapi karena kami masih jetlag kami moloriiin tiduuur heheheh.
Kemudian kami baru trun ke lobby jam 6 pagi biar sarapan dulu. Lumayan enak sarapannya. Dijemput sama yg anter kami jam 7, maka kami berangkat dari Balikpapan jam 7 pagi wita.
Cuaca lagi gerimis pas kami berangkat. Tapi jalanan oke banget, ramai lancar lah. Meskipun hujan, terlihat suasana kota Balikpapan kaya apa. Menurutku kota nya bagus. Jalannya besar. Kendaraannya banyak dan didominasi kendaraan yang bagus-bagus. Di balikpapan cuma ada angkutan dan taxi buat angkutan umumya, ga ada bus. Tapi kota ini ga adamacet-macetnya. Jalan memang didesain buat kendaraan. Jadi kalo di situ kemana-mana memamng mesti pake kendaraan pribadi lebih enak. Tanpa macet dan jalanan mulus. Selain itu kota ya bersih loh. Dan masih hijau.

Ini view dari dlam kamar kami ke luar, langsung ngadep bandara kan? ini masih jam 6 loh, wita tapi :P


Kalo ini view dari restoran tempat kami breakfast di hotelnya. Bagus kan liat nya pesawat langsung. Tapi jangan dibayangin ntar kaya film final destination :(

Sarapan pagi kami di D'Sepinggan Restaurant. Ini partner in crime aku, namanya Cicim Hahaha


Kondisi jalan di Kutai Kartanegara. Hujan, becek dan batu bara dimana-mana. Ini lokasinya di pinggir sungai Mahakam. Jalannya masih aspal dan tanah.Tanahnya masih tanah merah. 

Permukiman pinggir Mahakam di Kukar. Rumah penduduk adalah rumah panggung dan dari kayu. 


Yang warna merah adalah terowongan buat ngalirin batubara dari tambangnya ke kapal di Sungai Mahakam buat diangkut. Di Kukar banyak banget perusahaan tambang dengan beragam nama. Ga heran Kaltim provinsi paling kaya di Indonesia. 

Jalan darat menuju Kutai Barat. Jalannya mulus, naik turun. Tapi.....lebih banyak yang kaya gini. Ini yang paling mending. Yang parah ah..sudahlah. 


Ini postingan hari kedua ya, tanggal 9 agustus 2014. My first impression? Yeah, i like this adventure and waiting for the next!

Salam, 
Resti -jetlag sejam lebih cepat itu kacau juga-


August 9, 2014

Borneo On Duty - Part 1

Heyhoo...

beberapa waktu lalu ak bilang mau posting tentang perjalananku ke kalimantan *for the first time aku ke pulau terbesar kedua di dunia ini*.

Oiya, latar belakang aku bisa ke sini karena alasan pekerjaan. Yes Right. Sebuah kerjaan yang mengirim aku ke subuah kabupaten di provinsi Kalimantan Timur.

Tiket pesawat sudahdipesankan oleh Mbak Hana yang baik hati lewat kantor. Pesawat berangkat pukul 7 malam dari adisutjipto Jogja menuju sepinggan, balikpapan. perjalanan kira2 dua jam. karena alasan operasional pesawat terlambat datang sehingga terlambat sampai sepinggan. Sampe sepinggan itu jadinya pukul 22.50 wita. Itu udah sepi banget bandaranya.

Beruntung aku dan Maharani *demi apa aku nulis nama Cicim pake nama asli* nginep di hotel Hakaya Plasa Hotel yang lokasinya deket sama bandara.

Ini penapakan bandara sepinggan yang baru. bagus banget kaya di dubai. kapan jogja bisa kaya gini sih? 



Karena sampe hotel tengah malam dan aku sama cicim belom makan maka kami pesan dinner di hotel. kami pesan nasi goreng. ga tau isinya semeriah ini. harganya juga meriah banget *ga iklas bayarnya rasanya* jadi isinya tuh nasi goreng, telor mta sapi, ayam goreng satu potong, krupuk udang, udang goreng sama sate. ga begitu enak -___-

 Penampakan kamar di Hakaya Plasa Hotel. Ini kamar deluxe nya. Kami alhamdulillah dapet promo. Kamar dengan fasilitas kaya gini dengan view yang kece bettt dan akses yang mudah bisa dapet 500K. Iya itu promo. Aslinya sampe jutaan deh kayaknya. Oiya itu penampakan si cicim habis solat aku poto dan itu di kasur nasi gorengku hihihi. 

Nah karena besoknya kami harus bangun pagi untuk menempuh perjalanan 10-12 jam maka kami tidur juga cuma bentar sekitar 3 jam. 

-bersambung-

Salam, 

Resti -half researcher half tukang jalan-jalan-

July 12, 2014

ART JOG 2014

Heyho....

Mungkin aku lagi kebanyakan sakarin kali ya? jam segini on banget dan bukannya nesis, ngerjain kerjaan atau nyetrika baju setumpukan, aku malah ngeblog.
Iya, rasanya ada hasrat yang beneran mesti dilakukan secepatnya sebelum semua lupa. Sebelum otak ini penuh sama tekanan-tekanan baru.

Kali ini aku mau mosting tentang event taunan di Jogja, yaitu ART JOG 2014. Event ini aku gatau pastinya udah mulai sejak kapan, tapi jelasnya aku baru ntn taun lalu. Iya, kudet banget emang. Karena berdasarkan riwayat hidup aku di jogja, saat kuliah s-1 aku adalah anak yang ga suka dolan *tolong percaya ya*.

Art Jog selalu diadakan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Event ini bianyanya diadain semingguan doang dan gratis *dulu*, tapi taun ini diadain lebih dari 2 minggu dan berbayar. Bukan apa-apa sih, mungkin dari kesuksesan tiap taun, semakin banyak biaya yang mesti ditanggung. Ga bisa cuma ngandelin sponsor doang.

Jadi, artjog itu apa sih res?

Ya, artjog itu adalah event kesenian taunan di jogja. isinya adalah beragam jenis produk seni, kebanyakan sih seni rupa. Kaya lukisan, patung, kadang juga ada vidio.
Setiap tahunnya, artjog punya tema tertentu, tema inilah yang jadi pedoman seniman buat bikin karya. Taun kemaren temanya adalah marine. kalo taun ini tema nya adalah LEGACIES OF POWER. Mungkin karena bertepatan sama taun pergantian presiden kali ya, jadi isi di dalamnya juga ttg hal-hal mengenai kekuasaan.

Biasanya art jog itu hanya diselenggarakan satu minggu. Tetapi art jog kemarin diselenggarakan selama lebih dari 2 minggu. Karena pengunjung membludak. Suer ga boong. Dateng habis maghrib itu sampe di dalem semakin ga bsa gerak. gabis anonton apa-apa. adanya nontong orang. orang pada foto

Daripada bingun bayangin, silakan cermati beberapa foto yang aku post di bawah ini ya.

Ini adalah salah satu karya seniman yang dipamerkan di artjog. Karya ini sebenernya ada juga pas art jog taun kemarin. cuma ada sedikit modofikasi.  



Opening art di bagian depan TBY. Nyeritain tentang sebuah kabinet yang terdiri dari banyak dewan dengan berbagai karakter manusia. Semua boneka terbuat dari karung goni. Sang seniman selain bikin dengan ukuran gede, juga bikin dnegan ukuran mini. Di bagan dalam terdapat video pembuatan boneka kabinet ini.


 Suasana di bagian dalam TBY, pengunjung banyak banget. Kebetulan pas aku dan teman-teman ke situ lagi ada kunjungan dari Menteri Parekraf, Ibu Mari Elka Pangestu. 

 Pose bareng anggota kabinet dari karung goni sebelum masuk ke dalam TBY. Rebutan boo kalo mau fto center begini

 Ini tiket masuknya. Keren ya desainnya. Antri nya udah kaya antri BLT. Belum lagi di bagian dalam, rame banget. 

 Salah satu karya seiman adalah Soekarno's statue. Tingginya hampir setinggi gedung TBY. Terbuat dari logam kayanya kalo ga salah. 

Salah satu lukisan yang bikin pengunjung penasaran. Soalnya disuruh nyari 10 perbedaan dari kedua gambar yang sama banget. Yang beda cuma warnanya. Entah apa maksudnya. hehe


Sebenarnya masih banyak fto suasana di dalam TBY, cuma kurang layak dipublish karena isinya dikotori orang2 narsis. aku mungkin bukan pencinta seni yang tau bagaimana memperlakukan seni. tapi setidaknya aku datang ke sana bukan buat foto2 lalu aku jadikan profile pict. Iya aku foto2, tapi ga di setiap karya juga. 

aku turut menyayangkan perilaku pengunjung yang hanya datang buat narsis2an. petugas berkali-kali sampe marah2in pengunjung yang saking pengen fotoya mereka mesti dempet dempetan yang akhirnya nyenggol karya.

Menikmati tidak harus kan kita berada berdampingan dengan karyanya? sekali lagi aku bukan sok sok an. tapi, jika seni hanya diapresiasi semacam itu, cipta, rasa dan karya seniman hanyalah produk, bukan karya. 

salam berseni, 
Resti -mencoba mencintai dan menikmati seni dengan baik- 

Masuk Sekolah

  Assalamualaykum teman-teman blog! Sudah lama sekali ga menyapa lewat blog, alasan klasik tolong diterima ya.                          ...