Siapa bilang sekolah di PWK adalah sekolah di teknik alus?
Jutaan kali aku mendengar statement seperti itu saat diterima di PWK UGM hampir 4 tahun yang lalu.
Sebagian orang bilang kalo PWK itu buat anak anak yang engga ketrima di teknik lain atau kedokteran. Well, i am. aku dua kali ditolak sekolah di teknik sipil UGM, penolakan tersebut telah menghantarkan aku ke PWK. Sebuah Prodi yang berada di bawah naungan jurusan teknik arsitektur dan perencanaan. Usia PWK UGM masih terbilang baru. Belum selama sodara 'tiri' nya, arsitektur.
Aku menolak anak PWK dibilang teknik alus. Disini keras sob! kalian tidak akan tau siapa sebenarnya yang seharusnya memiliki peran besra dalam pembangunan serta perencanaan. Sipil? Arsitektur? Bukan. Tapi kami. Para Perencana. Kami memang tidka berhadapan dengan baja, beton, besi, mesin, batuan, cairan kimia, nuklir, dan sebagainya. Kami menghadapi wilayah, sebuah 'binatang' yang tidak bisa bicara, terselubung serta misterius. Seperti dokter, kami mengobati. Pasien kami adalah wilayah beserta isinya yang memiliki dinamika beragam. Bangunan? Hanya sebagian kecil dari pekerjaan kami. Jalan? Siapa yang memutuskan akan dibangun jalan yang tepat jika bukan perencana? Lihat, tugas kami begitu besar, sulit dan kompleks. Terkadang kesombongan disiplin ilmu lain yang menganggap lebih hebat dari kami secara fisik memojokkan peran kami yang sebenarnya penting dalam dunia nyata ini.
Tidak banyak orang yang tau bahwa peran perencanan adalah sebagai leader dalam setiap project pembangunan. Itulah mengapa Indonesia sampai sata ini pembangunan tidak mencapai pada tahap 'sukses'. Pemimpin-pemimpin pembangunan bukan ahli yang bersekolah di sekolah Perencanaan. Meskipun mereka mengambil sekolah lanjutan di sekolah perencana, tetapi basic yang mereka miliki bukan basic sebagai seorang perencana. Mereka masih terpengaruh oleh ilmu dasar mereka.
Ada pula beberapa orang yang bilang bahwa sekolah perencana sebaiknya merupakan sekolah lanjutan dari berbagai disiplin ilmu. Menurutku itu malah salah. Namanya menjadi perencana ya harus sejak kecil sudah memiliki kepekaan terhadap ruang.
Kamu boleh percaya atau tidak, setelah masuk kesekolah ini, setiap kali memasuki daerah baru aku akan merasakan sense yang berbeda dan selalu menanyakan semua pertanyaan 'mengapa'. Mengapa harus begini, mengapa harus begitu?
Sebagai mahasiswa PWK UGM, kami memiliki motto 'PEMIMPIN DUNIA'. Sama seperti perintah Tuhan pada manusia yaitu sebagai khalifah di dunia. Kami yang mungkin kalian anggap sebagai anak-anak buangan dan 'banci' kamilah yang memiliki tugas daan tanggung jawab paling besar.
Bersekolah di PWK, menurutku harus memiliki otak yang cukup kuat untuk bisa berfikir. Kami sebagai anak teknik belajar ekonomi, psikologi,sosiologi serta politik. Tak hanya itu, kami juga belajar sistem informasi, kesehatan, lingkungan serta hal-hal berbau matematis dan saintis.
Tak hanya itu, kami juga dituntut untuk bisa bekerja dalam tim, bisa tahan dalam tekanan serta bekerja keras. Aku tidka tau bagaimana jurusan-jurusan lain. Mungkin sama. Tapi apa yang aku rasakan pasti berbeda dnegan anak-anak jurusan lain.
Jangan buang-buang waktu hanya untuk menjadi seorang 'pekerja' jika kamu memiliki otak yang cerdas serta kepribadian yang baik. Dunia ini membutuhkan banyak sekali orang-2 pintar yang bisa berbikir secara integral.
Menjadi mahasiswa perencana saat ini mungkin belum terlihat gaungnya di masyarakat. Tapi kami berjanji setelah kami keluar dari sekolah ini, kami bisa buktikan pada Indonesia dan dunia, bahwa kami para perencana adalah apa yang mereka butuhkan.
Saya menulis ini untuk siapa saja yang ingin membacanya. Tidak ada maksud untuk menyinggung banyak pihak. Saya hanya menjelaskan dimana posisi perencana menurut saya sebenarnya. Siapapun yang menganggap kami rendah, mungkin kalian hanya butuh banyak waktu untuk memahami dunia seperti apa. Bukan berarti aku lebih hebat, hanya saja aku dan teman2ku yang lain sudah duluan tau.
May 14, 2013
May 6, 2013
Unexplained Feeling
Pernah ga sih? merasakan perasaan rindu yang tersampaikan?
atau malah hanya bisa merasakan rindu aja. Tanpa si yang diindukan ngerti kalo kita lagi rindu mereka. *jeng jeng jeng*
Memendam perasaan ke orang cuma bikin jerawatan. nih *sodorin jerawat di jidat yang makin merah*.
merasakan perasaan yang entah kenapa kita sendiri ga pernah mau ngakuin, tapi ujung-2nya kita ga bisa nyangkal kalo kita suka sama dia disaat orang tersebut mungkin tidak akan lagi kita lihat terus-terusan. Ish. Kemana aja ya itu keberanian saat si dia masih always stay beside us?
Beraninya belakangan, itu juga ngumpet2.
Perasaan yang tidak tersampaikan, hanya tau sama tau dengan cara menebak. terkadang harus kecewa karena perilaku dia tak seperti yang kita harapkan. terkadang harus ngrasa surprais saat Tuhan ga sengaja nyatuin momen-momen yang sampe detik ini masih bisa bikin senyum-senyum sebelum tidur. terkadang harus ngerasa bahagia saat dia cerita hal yang sebenernya bikin kita jadi mundur teratur dan semakin mempertanyakan kepastian perasaan dia.
Semua nya ga bakalan jadi 'terkadang ngerasa' atau 'nebak' kalo aja kita berdua ngobrol dan saling ngasih tau isi perasaan kita. But it is escalated quickly. tapi kalo ga gtu, kita akan terjebak dalam perasana menebak yang entah sampai kapan kita harus nyaman. Perasaan nebak itu kan punya probabilitas sama. 50:50, Dia juga suka sama kita, atau dia ga suka sama kita. Tapi buat nemuin kepastian kadang kita mesti ga berani.
Bahkan bisa aja, perasaan ini akan menjadi sebuah rahasia yang sampe kapan taun kita ga pernah tau. Tau-tau pas kita ketemua dia lagi, dia udah sama orang lain, dan konyolnya sebenernya dia juga suka sama kita. Man! ini film bgt ya, 'You are the Apple of My Eye'. Tapi emang kejadian kaya gini juga bisa bisa aja terjadi di kehidupan kita.
Kadang, perasaan itu datang hanya seperti perasaan lapar akibat kebanyakan makan gula buatan yang menipu kerja otak. Cuma kagum, cuma simpati. Itu masih belum apa-apa. Lalu apa dong? perasaan yang terjalin sejak pertama kali ketemu dengan awkward, disambung kebetulan-kebetulan yang ngebikin kita jadi akrab? aku percaya bahwa ga ada kebetulan, itu udah takdir Tuhan. Tuhan udah bikin skenario begitu. Terus terjalin perasaan-2 yang sebenernya kita sama -sama cukup tau, tapi ga pernah konfirmasiin.
Unexplained feeling, nyebutnya bisa gitu juga kali ya. Perasaan yang hanya bisa pernah mencatatkan tanpa harus disampaikan. Entah aku juga ga tau mana yang baik. Disampaikan atau dibiarkan tetap tertutup rapi? Anyone?
atau malah hanya bisa merasakan rindu aja. Tanpa si yang diindukan ngerti kalo kita lagi rindu mereka. *jeng jeng jeng*
Memendam perasaan ke orang cuma bikin jerawatan. nih *sodorin jerawat di jidat yang makin merah*.
merasakan perasaan yang entah kenapa kita sendiri ga pernah mau ngakuin, tapi ujung-2nya kita ga bisa nyangkal kalo kita suka sama dia disaat orang tersebut mungkin tidak akan lagi kita lihat terus-terusan. Ish. Kemana aja ya itu keberanian saat si dia masih always stay beside us?
Beraninya belakangan, itu juga ngumpet2.
Perasaan yang tidak tersampaikan, hanya tau sama tau dengan cara menebak. terkadang harus kecewa karena perilaku dia tak seperti yang kita harapkan. terkadang harus ngrasa surprais saat Tuhan ga sengaja nyatuin momen-momen yang sampe detik ini masih bisa bikin senyum-senyum sebelum tidur. terkadang harus ngerasa bahagia saat dia cerita hal yang sebenernya bikin kita jadi mundur teratur dan semakin mempertanyakan kepastian perasaan dia.
Semua nya ga bakalan jadi 'terkadang ngerasa' atau 'nebak' kalo aja kita berdua ngobrol dan saling ngasih tau isi perasaan kita. But it is escalated quickly. tapi kalo ga gtu, kita akan terjebak dalam perasana menebak yang entah sampai kapan kita harus nyaman. Perasaan nebak itu kan punya probabilitas sama. 50:50, Dia juga suka sama kita, atau dia ga suka sama kita. Tapi buat nemuin kepastian kadang kita mesti ga berani.
Bahkan bisa aja, perasaan ini akan menjadi sebuah rahasia yang sampe kapan taun kita ga pernah tau. Tau-tau pas kita ketemua dia lagi, dia udah sama orang lain, dan konyolnya sebenernya dia juga suka sama kita. Man! ini film bgt ya, 'You are the Apple of My Eye'. Tapi emang kejadian kaya gini juga bisa bisa aja terjadi di kehidupan kita.
Kadang, perasaan itu datang hanya seperti perasaan lapar akibat kebanyakan makan gula buatan yang menipu kerja otak. Cuma kagum, cuma simpati. Itu masih belum apa-apa. Lalu apa dong? perasaan yang terjalin sejak pertama kali ketemu dengan awkward, disambung kebetulan-kebetulan yang ngebikin kita jadi akrab? aku percaya bahwa ga ada kebetulan, itu udah takdir Tuhan. Tuhan udah bikin skenario begitu. Terus terjalin perasaan-2 yang sebenernya kita sama -sama cukup tau, tapi ga pernah konfirmasiin.
Unexplained feeling, nyebutnya bisa gitu juga kali ya. Perasaan yang hanya bisa pernah mencatatkan tanpa harus disampaikan. Entah aku juga ga tau mana yang baik. Disampaikan atau dibiarkan tetap tertutup rapi? Anyone?
April 29, 2013
Friends with Benefits
Kali ini bukan postingan tentang
resensi filmya Mila Kunis sama Justin Timberlake, tapi Cuma sebuah tulisan
tentang the real friends with benefits in this reality of life.
Friends, sebuah relationship yang
terjadi pada manusia tanpa mengharapkan imbalan apapun. Go with the flow, we
are friends and we help each other when we need help. These are natural and normal. But, when
we add BENEFITS in this context, it will change like a cooperation.
Kalo yang udah nonton film nya
Friends with the Benefits, tau lah apa yg dimaksud benefit disini. Di filmnya,
Justin dan Mila berteman karena hubungan profesionalitas antara agen pencari
kerja dengan si pencari kerja. Hubungan mereka semakin dekat karena Justin
disini ceritanya pendatang di New York, belum ngerti New York. Mila sebagai New
Yorker dan sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap kehidupan Justin di
perantauan ini akhirnya dengan ikhlas (as a normal friend) dia ngebantu mulai
nyariin apartemen, nyariin tempat hang out yang oke, ngenalin sama temen-temen
baru di New York sampe ngajak date bareng. Not a real date as a copule, ya apa
sih, spending weekend and rest time together by watchimg movies, playing games
etc. Then, suatu ketika setelah nonton sebuah film, aku agak lupa kenapa tiba2
si Justin malah nawarin kenapa mereka berdua ga making love, tapi mereka
melakukannya tanpa adanya perasaan. Just because they need it. No love. And
finally, everyone knows the ending of this movie is actually they had same
feeling. They love each other but they denied. Because of their promise at
first. Tapi akhirnya mereka bersama, mereka menjalin cinta seperti layaknya
pasangan-pasangan pada umumnya.
Well, kalo di Indonesia mungkin
ini disebut dengan Teman Tapi Mesra. Hubungan yang ga mau rugi istilahnya.
Simbiosis Mutualisme. Perlu diluruskan, hubungan semacam ini terbentuk karena
adanya perasaan membutuhkan yang mungkin tidak bisa dihubungkan melalui hubungan
serius yaitu dnegan komitmen. Hal ini mungkin bisa disebabkan banyak hal,
seperti salah satu ada yang punya pasangan, tapi pasangan dia ga bisa ngasih
apa yang si FWB ini ngasih. Misal pacarnya super sibuk, pacarnya jauh, pacarnya
cuek, pacarnya ga sadar punya pacar, atau pacarnya bego karena gatau kalo si
pacar nya ini FWB an sama orang lain.
Bisa saja sih terjadi sama2
keduanya punya relationship, bisa jadi karena keduanya bosen dengan masing-2
pasangan tapi belum mau putus dulu dg berbagai alasan, Cuma main-main, Cuma sebagai
sarana petualangan perasaan (cieh) atau mungkin ada alasan lain?
Atau mungkin keduanya single, tapi mereka gamau ambil resiko terlalu gede, sakit hati misalnya. Jadi hubungan yang sering dibilang 'ngegantung' ini jadi solusi. Kalo diliat sih emang kayaknya hubungan kaya gini akan terlihat lebih banyak bahagianya daripada enggaknya. tapi sebenernya hubungan kaya gini ibarat gunung es. keren dari luar, tapi rapuh dibawahnya.
Atau mungkin keduanya single, tapi mereka gamau ambil resiko terlalu gede, sakit hati misalnya. Jadi hubungan yang sering dibilang 'ngegantung' ini jadi solusi. Kalo diliat sih emang kayaknya hubungan kaya gini akan terlihat lebih banyak bahagianya daripada enggaknya. tapi sebenernya hubungan kaya gini ibarat gunung es. keren dari luar, tapi rapuh dibawahnya.
Pastinya, hubungan semacam ini
adalah hubungan yang kaya nikah siri, kalo ada satu pihak yang ngrasa sedikit
rugi, dia ga punya kewenangan buat nuntut harta gono gini. Misalnya, kamu FWB
an sama temen kamu, suatu saat dia ga peduliin sms, LINE, WA, atau apapun lah
itu namanya, padahal kamu lagi pengeeeen banget ngobrol sama dia. Kamu Cuma bisa
diem, nunggu hape bunyi ngasih notif ada balesan dari dia. Kamu ga bisa tiba2
marah2, ngomel2, maki2 dia kenapa dia ga bales pesan kamu. Siapa kamu gtu lho,
pacar bukan, sodara bukan. Ga ada ikatan komitmen hubungan yang jelas, ga ada
yang peduli sama tingkah kalian berdua. You’ve made this all.
See, sometimes hubungan kaya gini
adalah hubungan yang antara ada dan tiada. Kalo lagi HOT, yes, you can feel the
fire. Tapi kalo lagi flat, it’s been a long time,kaya nunggu bedug buka puasa.
Hubungan yang aku bilang ga ada keberanian di dalamnya ini emang merupakan
sebuah hubungan yang ck, cukup menantang. Menantang perasaan. Kita ga bisa
jamin ketika kita menjalaninya, in the middle we feel LOVE atau bahkan perasaan
ketergantungan yang ga bisa dilepasin. And the end, Cuma ada dua, ignore it and
find another one with tooonsss of broken heart (pastinya) atau sweet choice,
jalan sebagai pasangan yang sama-sama saling cinta.
Banyak kok, film model beginian. Hubungan
kaya gini gausah dimunafikin Cuma ada 1 diantara 1000 hubungan pertemanan yang
pernah ada di dunia ini. Everybody does with their own styles of course. Pernah
nonton No String Attached? Yang main Ashton Kutcher sama Natalie Portman. Sama,
mereka berteman atas dasar kebutuhan seks. Lucky me, aku belum pernah denger
cerita model kaya ginian dari temenku di Indonesia. Maksudnya macam FWB based
on sex (na’udubillah, ketok2 meja 1000x). paling sering denger cerita kaya gini
ya atas dasar haus kasih sayang. Iya deh iya, ini terlalu frontal, but I try to
make it clear, aku mencoba nulis kaya gini tanpa adanya multitafsir di antara
aku sebagai penulis dan kamu yang baca.
Aku juga ga munafik kok, I ever
did this. Or maybe im doing this? Lalalala~~~ IDK. Satu hal yang mungkin kurang
disadari dari para pelaku FWB adalah perasaan mereka, permainan kaya gini sama
kaya main manggil setan. Ntar akibatnya bisa fatal. Kalo sama-2 sadar dan tau
the next bakal gimana, mulailah siap2 sakit hati kalo suatu saat si ‘temen’ ini
pasti bakal ninggalin kita. Entah gimana ceritanya. Mungkin suatu saat malah
bisa ketemu, ehh bisa CGRBK. Cinta yang ga resmi bersemi kembali. Kita ga pernah tau perasaan orang lain itu
macam apa. Dalam laut bisa diukur, tapi dalam hati seseorang siapa tau.
Terkadang sih iya, kita kadang
ngerasa sepi, kita butuh temen, suatu ketika nemu temen yang yuhui banget, klop
sama kita dan enak buat apa aja, kita jadi engga mau ditinggalin dia. As well,
kalo temen kamu adalah temen yang baik dia pasti stay forever beside you apapun
yang terjadi sama kamu tanpa imbalan apapun. Tapi mungkin, ada perasaan yang
menjalar yang kamu coba halau, antara iya enggak iya enggak haa,,,begitulah. Let
the time answer your relationship.
Well, ngutip dari film jadul When
Harry Met Sally (salah satu film favorit akuh). Gini nih kutipannya ‘no man can
be friends with a woman he finds attractive’. Got it? Attractive disini can be
everything depends on the Subject. Kadar attractive tiap orang bisa beda. Yah,
maybe you can get your conclusion or maybe wanna watch this movie. ‘Women and
Men cant be Friends’. You can believe or not, but actually I have a lot male
friends here without I have to get any feeling inside. Oh, iya ada satu lagi film
yang model FWB an, if Im not mistaken ‘Made of Honor’. So much films huh? So don’t
blame me if I always getting afraid about this kinda relationship. I just
avoiding someone of us broken in the future. Or I just avoiding our best
relationship turn into a tragical relationship, just that. Kita ga akan pernah
tau apa yang akan terjadi kelak. God is a Director.
April 27, 2013
-Mencari Pasangan-
Setiap anak, aku rasa baik laki-laki atau perempuan mendambakan pasangan yang sempurna. Mereka menggunakan orang tua mereka sebagai benchmark atau patokan bagaimana mereka harus bertindak.
Ketika kamu tumbuh di keluarga yang harmonis, ibu dan ayah yang saling sayang, ga pernah bertengkar hebat, selalu kompak, memiliki tujuan hidup yang sama, kamu akan melihat mereka sebagai panutan bagaimana kelak bisa hidup bahagia dengan orang lain.
Sedangkan kalo kmu tumbuh di keluarga yang broken home, orang tua yang tidak peduli anak2nya, kekerasan dalam rumah tangga, percekcokan orang tua yang sebaiknya tidak pernah terdengar oleh anak, kamu mungkin bisa sama atau bahkan menghindarinya.
Di keluarga yang harmonis, kamu bisa melihat bagaimana sebenarnya seorang ayah berbuat demi keluarganya. Bekerja lembur, memuji masakan istrinya, berbelanja bersama keluarga, bermain dnegan anak2, membantu mengerjakan PR anak, membuatkan tugas kerajinan tangan hingga mengantar sekolah.
Kamu juga bsia melihat bagaimana peran seorang ibu yang kamu lihat sehari2 dan kamu rasakan. Ibu yang selalu memasak untuk suami dan anak2, bercanda mesra dengan ayah saat menonton TV, saling kompak memberimu nasihat, selalu memberikan apa yang kamu minta saat jalan2 ke toko.
Peran keduanya sangat berat. Bagaimana bisa dua orang yang tdk memiliki hubungan apa2 yang kemudian diresmikan dalam pernikahan, memiliki watak berbeda, memiliki tujuan hdup berbeda, kehidupan berbeda. Kemudian memutuskan untuk punya anak yaitu kamu, sebagai titipan Tuhan yang harus dibesarkan dan menjadi tanggung jawab terberat bagi mereka. Mulai dengan mengganti popok saat kamu ngompol dan menangis, membawa mu ke dokter saat badanmu panas, mengerti bahasa lewat tangismu saat kau belum bisa berbicara jelas. Lalu mengajarimu caranya berjalan dan memberimu semangat saat kmu jatuh saat coba berlari. Saat kamu besar, mereka mulai khawatir dengan pergaulanmu yang berada dalam tahap labil, takut terlibat dalam jaringan narkoba, pergaulan bebas, anak2 nakal dan sebagainya.
Aku mulai menulis ini bukan untuk memposisikan aku dan kamu sebagai anak, tapi sebagai manusia yang juga kelak akan melewati fase seperti itu. Dengan memulai mencari pasangan hidup. Karena kata orang usia seperti sekarang sudah ga jaman cari pacar, tapi cari pendamping hidup.
Pendamping hidup jangan sampai mendapatkan yang salah. Karena sekali salah itu fatal dan berakibat buruk selamanya sampai akhir hayatmu bersama dia. Makanya, aku sampai saat ini masih ga mudeng bagaimana sebaiknya mencari pendamping hidup itu. Jika melihat sosok bapak ku di rumah, well he is so FATHER. Walaupun aku tau sering galak2 dan sering marah2 soalnya aku lelet dan males. Dengan watak keras seperti itu aku ga pernah tau bagaimana Ibuku bisa beradaptasi sekian puluh tahun hdup berdua bersama Bapakku.
Mungkin itu yang disebut Cinta. Cinta yang ga pernah kita lihat seperti apa yg sering ditontonkan di tivi. Cinta yang instan, baru ketemu sekalai langsung jatuh cinta dan menikah dnegan pesta yang megah, ternyata setelah menikah tdk sesuai harapan. Trus cerai masuk infotainment. Halah. Hdup jika seperti itu sama saja kita tak pernah berusaha untuk belajar dari kegagalan. Bagiku seperti itu adalah menyerah. Padahal dalam sebuah bahtera rumah tangga, aku yakin banyak rintangan yang terjadi dan mau gamau keduanya harus kuat dan berusaha memperbaiki semua kesalahan dan memulai lagi dari awal. Aku mungkin belum pernah menikah, pacaran saja berkali-kali gagal. Tapi aku bisa melihat dan merasakan bagaimana sulitnya hidup berumah tangga. Aku sering dengar cerita2 dr majalah wanita, cerita dr temen atau dr siapapun. Dan yang pasti aku melihat sendiri.
Kemudian aku mulai berpikir bahwa hidup sebagai manusia dewasa dan memiliki pasangan itu adalah kehidupan yang sulit dan bukan sekedar permainan. Mungkin ga banyak yang nyadar dg hal ini. Ini mungkin yang disebut dg kesiapan sebelum menikah. Janji yang diucapkan di depan penghulu bukan sekedar janji saat kamu wawancara organisasi atau wawancara kerja. Manis dimulut dan engga tau 'what should i do next?'
Bagaimanapun juga, mencari pasangan yang bisa long lasting sampai maut memisahkan itu ibarat mencari harta karun di lautan antartika yang njamin hidup kamu bakal bahagia selamanya. That's why, it is make sense when i say i have a lot of criterias for man who wants to be my husband. Aku gamau ternyata seorang playboy, seorang yg suka boong, suka ngutil, suka korupsi, suka ngerjain hal2 yg ga jelas, ga realistis, manja, males, ga pinter, ga soleh, the damned bastard, suka main perempuan, punya penyakit kelamin, gaptek, bau, ngerokok, ahh aku males bgt dengan semua keburukan yang barusan aku tulis.
Semua perempuan hanya butuh pria yang jujur, setia, sayang dan romantis dg caranya.
Dan mungkin buat laki-laki, kamu juga pasti menginginkan perempuan yang keibuan, manis, lembut, baik, ga boros, cantik, menyenangkan, ga nuntut macem2, pinter masak, dan lain sebagainya.
Dimanakah kita bisa mendapatkannya?
I never know.
Aku dan kamu pasti ga akan pernah berharap bahwa dalam pernikahan yang dijalani berujung pada perceraian. Apalgi selama menikah setiap hari hanya bertengkar, tidak ada harmonisasi perasaan, tidak ada kemesraan, serta tidak ada cinta.
Sampe sekarang aku ga pernah tau.
Let's be mature and thingking logically.
April 26, 2013
We live with HORMONES
Beberapa temen-temen priaku di kampus suka komplain dengan kelakuan kami (cewek-cewek) yang suka 180 derajat gonta ganti dalam sehari. Awal-awal bisa baik baik, trus jadi sensi, terus marah-marah tanpa sebab, ngamuk, mewek, lalu minta maaf atas nama 'MAAF YA, AKU LAGI PMS'.
Hahahahaha.
Sebagai cewek yang tidak sedang hamil memang sudah kodratnya setiap bulan 'dapet'. Malah bahaya kan kalo ga 'dapet'? bisa dikira macem-macem.
Nah, kadang beberapa hari sebulum hari H, ada sebuah proses dimana yang namanya hormon pada perempuan bisa sangat 'gila'. Iya, aku ga boong, aku ngalamin juga. Sehari bisa seneng, sedih, terharu. Itu ga enak. Belum lagi badan bakal kerasa capek bgt.Istilah kejadian heboh markoboh ini adalah PMS. Bukan penyakit menular seksual yang jelas. Konteks yang kita bicarakan disini bukan ngomongin free sex.
Aku pelaku sekaligus saksi, jaman dulu pas masih punya pacar, pas lagi PMS, aku sering bgt maki-2 pacar, marah-marah, cemburu, drama queen, ngambekan dan sering banget minta PUTUS. Aku nanya-nanya ke temen2 cewek lain apakah mereka merasakan hal yang sama? ternyata bener. serius. masa-masa kaya gtu adalah masa dimana hormon yang menguasai. bisa loh tiba2 tanpa ada apa apa nangis sendiri. galau. suka sensian. aku paling males sebenernya kalo lagi begini trus di jalan ada aja yang cari masalah, suka lepas kontrol buat ngeluarin isi kebun binatang dr kandangnya. hahaha. jujur bgt ya.
Ehem talk about PMS. PMS itu suka mencari mangsa, dan yang paling sering kena efek PMS ini adalah temen2 priaku di kampus. secara kami (aku dan temen2) seharian gaul sm mereka, ada aja kesalahan mereka yang engga tau bisa fatal bgt, bisa jadi tak termaafkan. Kaya aku misalnya, aku gatau juga aku suka bgt marah2, maki-2, nyuruh2, ngambek, pulang, nangis, hahahaha.
gembel bgt.
Aku gatau apakah mereka nyadar apa engga kalo kami cewek2 lagi PMS sehingga kami berkelakuan jahat. walaupun kami juga jahat, hehehe, seringnya.
Mereka suka bgt ga ngerti, harusnya mereka itu tau kalo misalnya cewek yang lagi PMS itu lebih berbahaya dari singa kelaparan. Temenku, selalu komplain 'kenapa sih kalian cewek2 suka bgt semena-mena, terus habis kaya gtu kalian minta maaf atas nama PMS. PMS slalu jd excuse. Dunia ini ga adil!!!'
Hahahahahah
ya mau gimana,,,,
biologically, susunan hormon kami seperti ini membuat kami jadi seperti ini, kami juga ga bisa nyalahin hormon. kami gabisa nyuruh2 hormon untuk ga berbuat jahat.
FYI, kalian cowok-cowok, jangan kira dengan kami marah2 kmi merasa better hbs itu. Kalian ga ngerti bener2 suasana hati, perasaan dan kondisi fisik kami cewek2 yang lagi PMS. Jadi, lebih baik kalian ngerti biar kalian bisa mencari solusi gimana sebaiknay kalian berperilaku terhadap teman, pacar, ato sodara kalian yg lg PMS.
Finally, we live with hormones in our bodies. We cant control them and we need your understood when we are in that period. Dengan kalian para cowok bisa memahami, paling ga meminimalisir kegilaan kalian akibat perilaku kami yang ga normal. buat kalian yang pacaran, paling ga bisa mengurangi poin berantem kalian. hahaha
Subscribe to:
Posts (Atom)
Masuk Sekolah
Assalamualaykum teman-teman blog! Sudah lama sekali ga menyapa lewat blog, alasan klasik tolong diterima ya. ...
-
Kemarin tepatnya hari kamis 14 April 2016 aku main ke Shinkenjuku. FYI, shinkenjuku adalah bimbel matematika yang mengusung tujuan supaya a...
-
Assalamualaykum teman-teman blog! Sudah lama sekali ga menyapa lewat blog, alasan klasik tolong diterima ya. ...
