June 21, 2013

Bahasa Alam

Pernah nonton atau baca Rectoverso?

Firasat adalah salah satu chapter yang ada di dalam novel tersebut dan dipilih untuk diangkat dalam film omnibus yang diproduseri oleh Marcella Zalianti tersebut.

Bicara tentang firasat, di dalam film rectoverso tersebut ada beberapa dialog yang kurang lebih mengatakan bahwa:
Manusia dan alam adalah satu kesatuan, sebuah cycle. Terkadang manusia tidak pernah menyadari apa yang disampaikan alam melalui bahasanya.

Bahasa alam, Firasat.
Sebuah petanda yang hanya manusia bisa rasakan. Tidak semua orang bisa merasakan pertanda tersebut. Beruntung beberapa manusia bisa merasakan. Dan bila itu kamu, sangat beruntung kamu bisa membaca alam. Mengerti kekuatan lewat perasaan.
Meskipun terkadang memiliki hal semacam itu merupakan sebuah gangguan.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Menilik tulisanku sore tadi, tepat di bawah postingan ini, aku mulai menyadari apa makna kegelisahan seharian tadi. mungkin kalian bilang aku lebay. Tapi mau bagaimana lagi? Aku merasakan apa yang mereka katakan bahasa alam. Setiap orang pasti pernah merasakan. Sebuah perasaan yang tak menentu dan entah itu apa hingga akhirnya sebuah kejadian terjadi dan mengkaitkan kegelisahan tersebut dengan sebuah peristiwa.

Sebagian orang mengatakan bahwa itu hanya kebetulan. Sebagian lain percaya itu pertanda, dan sebagian lain tak peduli.

Aku bukan pertama kali memiliki perasaan seperti ini. Hidup dengan kondisi yang bisa 'merasakan lebih' terkadang bukan suatu keberuntungan. Serta tidak semua hal bisa dirasakan. Tuhan masih menjadi pihak yang memiliki kendali. Aku hanya manusia.

Mungkin ada yang bilang aku aneh. Tapi semua manusia terlahir unik. Bila kamu mengatakan bahwa kamu mengakui semua memiliki keunikan kemudian kamu bilang aku aneh, itu adalah sebuah kebalikan yang kamu katakan. Kamu mengkhianati perkataanmu sendiri.

Menjadi orang yang harus 'merasakan' lebih dulu tidak serta merta membuat kita menjadi orang yang sombong atau sok tau. Meskipun orang lain akan berpendapat demikian. Serba salah? Iya. Tapi ini pemberian Tuhan. Harus apa? Bagaimana?

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ketika merasakan hal yang tidak nyaman, pasti ada sesuatu yang aneh atau tidak benar. Benar saja.

Bahkan ketika pertanda itu datang, aku tak bisa mencegah hal tersebut akan terjadi. Tuhan adalah pemegang kendali.

Pertanda adalah sebuah ya tanda...bahwa kita harus bersiap-siap mungkin akan terjadi sesuatu yang mungkin diluar bayangan dan ekspektasi kita sebagai manusia.

Beberapa orang mungkin tidak percaya bila diceritakan perihal indera ke enam atau masalah firasat. Semua berpikir bahwa itu hanya mengada-ada dan mencari alasan. Yasudahlah, disimpan dalam diri sendiri dan menjadi pengingat diri sendiri serta lingkungan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dan aku, lega saat kegelisahan sesorean tadi terjawab barusan. Aku hanya bisa ber'OH'. Lalu bisa apa? Kembali hal ini aku kembalikan pada Sang Pemegang Kendali.
Biar Dia menunjukkan hal lain tanpa aku harus meminta. Entah itu sesuai harapan atau bahkan diluar harapan. Entah itu biasa saja atau bahkan sangat menggemparkan (ah lebay).

Bahasa alam, sebaiknya memang bisa dirasakan. Karena setiap manusia mempuanyai kemampuan membaca alam. Kita adalah satu kesatuan dengan alam. Sama-sama ciptaan Tuhan yang mengisi bumi.

Mungkin aku tak boleh mengeluh atau merasa lelah dengan kemampuan membaca ini semua. Meskipun aku tak pernah tau apa sebenarnya artinya. Ah yasudahlah.


Sampah kedua dalam sekali periode ngeblog, sangat luar biasa. Menepikan revisian dan laporan serta persiapan ujian mid jerman besok. Oh well. That was so me.

June 20, 2013

Hujan

Sore ini terlalu singkat jika aku jelaskan selesai pulang seminar dan makan siang aku melemparkan tubuhku ke dipan kosku setinggi 15 cm dari lantai.
Iya sih, aku pulang, perasaanku lagi campur aduk banget, karena dpt mention di Path oleh dosen penguji. Ah yasudahlah.

Tanpa berganti pakaian aku tenggelam dalam bantal-bantal dan merasuk ke dunia mimpi.
Beberapa saat kemudian tanganku meraih-raih ponselku yang ternyata di bawah leherku sendiri. Mengecek notifikasi di layar bagian paling atas apakah ada Whatsapp masuk atau kah tidak.

Lalu aku lanjutkan tidur lagi. Hingga 1 jam mungkin aku dengar suara air hujan menghambur luar biasa di luar jendela kamarku. Aku rasa ada badai. Dengan langkah gontai aku berjalan keluar. Melihat deretan sepatuku yang sengaja aku susun di samping pintu kamarku basah semua. Terutama sepatu H&W yang aku beli di Koln setaun lalu. Sayang kulitnya. Ah. Sepatu-sepatu cantikku basah.

Aku mengangkat rak sepatuku menjauh dan kuletakkan di samping jemuran komunal. Lalu aku kembali masuk kekamar. Masih melihat jam tangan yang belum sempat aku lepas, aku mengirim sebuah pesan via whatsapp. Lalu aku masuk ke menu di ponselku dan melihat deretan berita di lini masa twitter. Perasaanku masih tidak karuan. Hujan semakin kencang dan deras. Beberapa teman memberitakan beserta gambar di luar sana. Akhir-akhir ini Jogjakarta sedang akrab dnegan hujan badai. Aku bukan tak suka, tapi hujan membuat aku sedikit  kacau. Hujan menemani perasaan setiap orang yang tak bisa berbuat apa-apa seperti aku sekarang.

Hujan.
Kiriman air dari Tuhan yang tak perlu kita membelinya. Kita hanya bisa menatap langit dan berkata terimakasih Tuhan atas limpahanMu. 


Dengan sedikit terpaksa aku mengganti jeans dan kemejaku siang ini dnegan celana pendek dan kaos yang dari tadi pagi aku lempar diatas kasur. Saat tidur tadi mereka tertimpa badanku. Kucium, masih wangi. Wangi laundry langgananku yang aku rela menunggu 2 hari supaya pakaian2 ini kering semua dan bisa dipakai. Kebiasaanku saat musim hujan adalah aku malas mencuci. Aku bilang percuma nyuci pas hujan. Sering lupa ada jemuran dan tentu saja malas bersentuhan dnegan air.

Aku menatap laptopku di atas meja. Aku meyalakannya dan mulai mengklik internet. Tak lama internet tersambung, aku membuka email. Ada sedikit rasa menyesal menolak tawaran magang di suatu lembaga yang aku sudah inginkan sejak dulu. Aku harus datang ke Jakarta tanggal 25. Aku UAS. Aku tak bisa. Lagipula kenapa harus Jakarta?

Aku mulai membaca berita di situs web koran nasional. Masih soal ekspor impor daging sapi dan tentu saja BBM. Kepala ini masih berputar, merefresh memory terakhir yang tersimpan. Yaitu materi smeinar siang tadi.

Hujan kali ini deras sangat deras. Tak lama mereda. Tapi tak seperti perasaanku. Semakin aku berselancar di dunia maya aku semakin tak menentu. pikiranku belum menetap di tempat yang semestinya.

Pikiran ini melayang jauh, melesat hujan ke sebuah tempat yang mungkin aku pun tak tau harus berbuat apa.
Terkadang, aku berpikir sepandir apakah diri ini? Mengapa aku tidak pernah bisa membedakan mana mimpi dan mana kenyataan? Mengapa aku harus terjebak dalam sebuah situasi yang kadang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya,meskipun pernah suatu ketika aku memintanya?

Berulang aku meminta ampun pada Tuhan.
Dosa ini hanya perbuatan manusia, aku. Sore ini mungkin bukan hanya langit yang bermuram durja. Tapi wajahku juga. Harusnya tidak seperti ini. Tadi pagi aku sangat bersemangat. Berkali-kali aku tersenyum lebar di cermin yang tergantung setinggi tubuhku di samping meja belajarku.


Hujan,
Bila hati ini merasa tak nyaman saat aku bangun karena mendengar suaramu, Would You Like To Fix It?

June 16, 2013

Dear

Semangat Dear
Mimpi-mimpi besarmu bukan sebuah ketidakmungkinan
Jika kamu mau
Aku akan selalu ada memberimu semangat
Mewujudkan mimpi-mimpimu
Mimpi-mimpi karena kau cinta negeri ini
Mimpi-mimpi yang sebenarnya bisa mendukung impianku juga kelak
Tentang utopianisme negeri kita
Mimpiku tentang kota-kota yang ada disini seperti yang sering aku lihat di buku dan film

Dear
Keberadaanmu bukan hanya menemani hari-hariku
Tapi juga menemani perjalanan pikiran ini
Menjadi lebih terbuka
Menjadi lebih baik
dan Menjadi lebih manusiawi

Dear
Kamu adalah inspirasiku
Karena jika melihatmu, aku merasa bersemangat bahwa mimpiku juga bisa terwujud
Kita bisa berjalan bersama, bahkan berlari bersama jika kamu mau

Dear
Kamu bkan hanya cinta, tetapi cita
Pengharapan, pengetahuan, serta bagaimana aku bisa kembali padaNya

Dear
Jika jalan ini harus terpisah
Kamu dan aku bisa berjalan beriringan tanpa harus bergandengan tangan
Tuhan lebih tau

June 14, 2013

RO-KOK



Barusan banget aku nonton sebuah video di youtube tentang rokok. Agak selow tadi siang studionya, karena aku udah ngerjain beberapa kerjaan di kosan. Terus tadi ga ada tambahan kerjaan. Well, youtube killed my boredness :D

Iseng buka stasiun youtube yang aku subscribe, merasa bosan nonton stand up comedy, Marcus Butler, dan mbak Michele Pahn (gini bukan sih nulisnya?). Terus iseng aja gtu buka video iklan rokok yang ada di pingiran dan eh nemu sebuah video ttg rokok yang durasinya kurang dari satu jam. Video tersebut dibuat oleh orang luar tentang kondisi pertembakauan di Indonesia. Setelah nonton video tersebut, aku jadi pengen banget nulis ini. Silakan baca.
Rokok. Siapapun tau benda yang berbentuk tabung panjang dengan kertas pembungkus yang mayoritas putih dan di bagian filternya berwarna cokelat. Benda ini adalah salah satu pembunuh terbesar di Indonesia maupun dunia. Dengan menghisap benda ini, siapapun bisa terkena serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Bahkan perokok pasif, yaitu orang-orang yang hanya berada di sekitar perokok aktif tersebut juga bisa menjadi korban dari keganasan kanker paru-paru. 

Rokok yang sampai sekarang masih belum ada undang-2 yang melarangnya dari pemerintah, masih berstatus menjadi barang yang mubah. Yaitu bila dilakukan tidak apa-apa dan bila ditinggalkan akan lebih baik. Oleh karena itu, masih banyak ditemui orang-orang yang merokok di sekitar kita.
Sebagai mahasiswa teknik, kegiatan merokok bukan menjadi kegiatan yang jarang bahkan asing bagi mata dan kepalaku. Aku bukan perokok pastinya. Hanya terkadang menjadi perokok pasif di antara teman-2 pria yang suka merokok. Itupun tak sengaja. Mana ada niat jejer-jejer sama orang ngrokok? Ada juga bisa mati sesak nafas. Di kalangan mahasiswa, merokok menjadi salah satu gaya hidup bahkan menjadi kebutuhan primer bagi beberapa teman. Tidak hanya buat teman laki-laki, tapi juga teman perempuan. Awalnya agak kaget dan sedikit risih saat jajan di kantin dan bertemu beberapa mbak-mbak senior yang saat itu merokok. Tapi kemudian terbiasa melihat, maka ya jadi biasa saja. 

Merokok bisa bikin kecanduan. Siapapun yang terjebak dalam sebuah candu tembakau akan menjadi pecandu yang engga tau kapan bisa keluar dari belenggu tersebut. Sehari saja engga ngisep, katanya sariawan, bibir pait, jadi ga bisa mikir (otaknya ketinggalan kali) dan alasan-2 lainnya.  Tuntutan tugas-tugas kuliah dan realita kehidupan yang dialami masing2 teman terkadang mendorong mereka untuk berteman dengan rokok. Beli rokok di kampus tidak susah. Kantin jurusanku menyediakan dalam bentuk pak-pakan hingga eceran. Selain itu, tawaran rokok dari teman biasanya menjadi sebuah hal yang menggembirakan buat teman2 yang merokok. Beberapa teman yang tidak merokok bahkan akhirnya menjadi perokok karena berbagai alasan, termasuk supaya bisa diterima dalam pergaulan. 

Kecanduan mengakibatkan rokok menjadi salah satu kebutuhan primer selain nasi. Penghasilan bisa separuhnya dibelanjakan hanya untuk memanjakan mulut dan mengikis paru-paru. Well, bisa dibilang rokok sebagai pemicu kemiskinan. Bila satu hari menghabiskan 1 bungkus rokok seharga 10 ribu rupiah, dalam waktu satu bulan maka perokok akan menghabiskan sekitar 300 ribu rupiah untuk beli rokok.  

Betapa rokok menjadi sebuah lambing pergaulan modern saat ini, termasuk sebagai promotor acara-2 musik berskala local hingga internasional. Beberapa artis internasional dating ke Indonesia beberapa tahun terakhir. Tidak tanggung-tanggung artis sekelas Florida dan sebagainya manggung di Jakarta. Siapa sih yang bisa ngedatengin mereka? Yup. Perusahaan rokok. Keuntungan dari penjualan rokok mereka di Indonesia, membuat mereka bisa membayar artis-2 internasional untuk datang menghibur para fans nya di Indonesia. Melalui acara tersebut pulalah mereka mengeksiskan diri sebagai brand yang bisa mendukung ‘taste’ anak muda jaman sekarang. 

Di sisi lain, beberapa perusahaan rokok juga memberikan beasiswa pendidikan melalui CSR nya. Beasiswa yang hadir dalam nominal yang menggiurkan dan kegiatan2 peningkatan karakter pribadi dan leadership, selalu menjadi incaran bagi beberapa siswa dan mahasiswa untuk mendapatkannya. Lalu korelasinya apa? Apakah siswa-siswa berprestasi tersebut harus merokok? Siswa-siswa yang mendapat beasiswa tersebut pastilah anak-anak pilihan yang secara akademik memiliki nilai-nilai yang baik dan pengetahuan yang baik pula. Mereka pasti tau rokok itu apa.
Sangat disayangkan sebenarnya keberadaan rokok di masyarakat. Di satu sisi, rokok adalah pembunuh, di sisi lain banyak orang bergantung pada produksi rokok serta tawaran2 yang perusahaan rokok tawarkan. 

Indonesia sebagai negara dunia ketiga bersama negara-negara berkembang lain merupakan pasar rokok terbesar bagi perusahaan-perusahaan rokok internasional. Harga rokok yang relative lebih murah dan ketersediaanya yang mudah diperoleh, menjadi sebuah alasan rokok adalah barang yang mudah diperoleh semudah mencari minuman mineral. Di NYC (my dream city) harga sebungkus rokok dibandrol sekitar 13 dolar amerika, ya 130 ribuan lebih lah ya kalo kita hitung kurs dolar amerika adalah 10 ribu rupiah. New York juga merupakan sebuah kota yang melarang warganya untuk merokok selain di dalam restoran atau kafe. Jadi di tempat-tempat umum terutama di Times Square, smoking is forbidden. Padahal ya padahaaaal….amerika adalah tempat dimana Marlboro dibuat oleh Philip Morris yang kemudian meninggal akibat kanker paru-2 akibat rokok yang dibuatnya sendiri.  Tragic, huh?

Di Indonesia, jangankan di kafe, yaelah di ruang-ruang public saja ngerokok itu bebas-bebas aja. Terutama di lingkungan institusi pendidikan. Miris. Indonesia dengan jumlah penduduk sekian ratus juta ini hanya bisa merokok, ya pantes lah berkembang terus ga maju-maju. Mahasiswa yang belajar ini itu bla bla bla, ngerokok, paru-paru rusak, mati muda, bangsa ini mau jadi apa?
Aku emang benci rokok dan perokok. Mungkin ada yang mau nanggepin ‘Kamu belum nyobain sih res, enaknya ngerokok…’. Well I have. Pernah dulu bgt aku nyobain 2 batang rokok sampoerna merah, yang menurut beberapa teman2 didaulat sebagai rokok cewek karena kandungan nikotinnya yang lebih rendah dibanding rokok-2 lain terutama yang filter. Manis. Rokok seperti oksigen yang seharusnya aku hisap dalam-dalam dan alirkan lewat paru-paru. 1 batang habis. Aku lanjutkan batang yang satunya. Kemudian aku berpikir bahwa asap rokok ini, bakalan masuk ke paru-paru. Mengalir dalam darah. Darahku akan mengandung nikotin! Oh tidak! Bisa-bisa rusak masa depanku gara-gara 2 batang rokok sialan yang sempat bikin aku batuk2 diawal perkenalanku dengannya. Buru-buru aku matikan setengah batang rokok tersebut. Aku semprot kamarku dengan pengharum ruangan, aku bungkus dnegan tisu abu dan puntung2 rokok tersebut dan segera gosok gigi berkali-kali untuk menghilangkan jejak-jejak nista ini. 

Kenapa sih rokok ga dilarang aja? Malah ganja dilarang? Aku setuju sama Stand Up comedy nya Pandji Pragiwaksono yang di sebuah kafe beberapa tahun lalu. Dia mengatakan lebih baik ngganja daripada ngrokok. Ngganja Cuma bikin lu mikirnya lambat. Tapi rokok bisa bikin lu impoten. Kalo lu ngganja, lu masih bisa bikin anak meskipun lambat, tapi kalo lu impoten, lu gabisa bikin anak. Hahahaha. That was a very ridiculous joke ever. Orang ngganja Cuma buat kesenangan pribadi, dia ga melukai orang lain. emang sih efeknya saraf. Ya sma aaja lah sama rokok. Yang rugi banyak. Mati juga. 

Lalu yang bergantung sama rokok buat hidup gimana reeeesss??? Lu jangan ngebacot mulu sok alim ngomongin don’t smoke don’t smoke tapi lu liat niiih banyak bgt orang2 yang ngegantungin hdupnya dari tembakau dan rokok.
Kenapa ga cari usaha lain? usaha lain kan masih banyak selain nanem tembakau dan bikin rokok? Lagian nih ya, rejeki sih udah diatir sama yang di atas. Tinggal kitanya aja gimana berusaha. 

Well, sekali lagi aku mendukung gerakan anti tembakau di dunia. Pernah di kereta pas perjalanan pulang ke rumah, aku duduk depan2an sama mas-mas pacaran sm mbak-mbak (yaiyalah, masa sama mas-mas juga). Mas-mas tersebut ganteng. Terus dia ngerokok. Dari gelagat dia tsb aku lansgung liatin. Then dia mulai ngerokok. Dan aku beraksi. Aku batuk2 dan berakting sesak nafas. Aku menggapai-gapai masnya ‘maaf mas, saya asma mas, plis jangan ngerokok disini’. Masnya pergi dan tak pernah kembali lagi. Aku ditoyor temanku yang duduk di sebelah. Hahaha. Itu aksi saya, mana aksimu?

June 5, 2013

Dear Lord.



Tuhan, bila dunia ini toko permen, aku ingin meminta Tuhan. Permen yang selama ini aku inginkan. Permen yang kelezatannya selalu terbayang dalam mimpi dan angan-anganku. 


Masuk Sekolah

  Assalamualaykum teman-teman blog! Sudah lama sekali ga menyapa lewat blog, alasan klasik tolong diterima ya.                          ...