November 14, 2013

It is God's Way

Aku selalu percaya, pada semua hal yang terjadi padaku adalah karena kehendak-Nya. Pemikiran ini mendarah daging sejak aku kecil. Hal ini meminimalisir rasa kecewa dan sakit hati kalo pas lagi down banget sama situasi dan kondisi yang pas kebetulan terjadi.

Hal ini berlaku buat skripsi dan thesis *the thing that i have to face till 6 month later*
Skripsi telah selesai dengan nilai yang lumayan memuaskan dengan tema yang bagiku menyenangkan dan dengan kenangan yang super duper menggilakan. Kini, thesis adalah hal selanjutnya setelah konsekuensi skripsi selesai dengan indahnya.

Tuhan maha mendengar dan maha pengabul doa. Thesis kali ini aku dibimbing oleh profesor sbg pembimbing utama serta dosbing skripsiku kemarin sbg dosbing kedua. My first dosbing is my ketua jurusan. Sibuk, jarang punya waktu dan pinter banget. Sayangnya aku dapet dia karena my last proposal thesis itu berkaitan sama lingkungan. Ini agak sedikit maksa, karena sebenernya aku ga suka sama yang namanya lingkungan. Walhasil judul tertolak oleh dosen makul Metopen dan aku galau.

Judul kemudian terombak oleh pak dosbing pertama dengan menawarkan opsi lingkungan atau gender. Hei! Why gender why? Skripsi kemarin aku udah capek banget bahas ini. Sekarang harus lagi. Then singkat cerita setelah judul judul selanjutnya ditolak-ditolak, otakku ambyaar, aku dikasih pencerahan yang mungkin bisa membelokkan langkahku.

Dosbing pertamaku adalah tipikal orang yang sangat optimis dan selalu bervisi kedepan. Aku suka banget ikut kuliahnya. Membuka pikiran dnegan hal yang selama ini tertutup dan dianggap tabu untuk diperbincangkan dalam hal perencanaan.
Entah aku haris bagaimana. Aku sudah dapat pencerahan hanya saja aku butuh teman untuk berdiskusi. Aku jarang banget bisa nyambung ngomong sama orang. Sebenernya aku open minded sm orang lain, tapi terkadang aku sulit dipahami maksud dan tujuannya dalam berbicara sehingga aku ga sellau bisa enak ngobrol sama orang kalo lagi bahas hal tertentu.

Sekarang aku merasa ansos luar biasa dan mungkin terlihat banyak menyendiri dan makan serta tidur. Kepalaku sakit. Terlalu banyak isi yang ingin aku keluarkan dan bicarakan, entah pada siapa. Hanya setiap malam, pada bantal. Sembari mungkin meneteskan air mata.

Aku yakin, dengan semua yang terjadi padaku adalah jalan dari Tuhan. Meskipun aku menajdi seperti ini. Menjadi manusia yang terlihat seperti onggokan sampah karena akhir tahun ini aku sangat tidka produktif. Menjadi manusia yang menyebalkan karena penyakit kepo yang bikin orang2 disekitarku merasa terancam. Menjadi teman yang suka cari masalah dan ngambekan pada setiap kesempatan. Menjadi orang yang tidak peduli pada kesehatan diri sendiri karena makanan sudah tidka terkontrol dan jam tidur yang sudah tidak termaafkan. Menjadi anak yang sampai saat ini masih menyusahkan orang tua karena masih minta ini itu tanpa berusaha untuk mengabulkannya sendiri.

Aku yakin, Tuhan ngasih jalan kaya gini biar aku sadar dan mikir. Ada banyak kesempatan yang sebenernya terbuka lebar kalo aku mau.


October 28, 2013

Blog baru. Kapan?

Aku rasa ini pertanda, sob!
Dari beberapa waktu aku blog walking di blog temen, sampe akhirnya aku nemu INDONESIA BEAUTY BLOGGER, dan aku mulai kaya keranjingan bahwasanya pemilik blog2 tersebut sama seperti saya.

Fyuuh. God please! Minggu depan aku presentasi tesis, sampe sekarang aku buka google dnegan kata kunci apapun kenapa selalu masuk ke beauty blog??? why people why????

Sulastri yang juga ternyata suka bukain review alat2 makeup di beauty blogger malah nyuruh aku bikin blog kaya gtu juga. Trus katanya ntr dia mau ikutan baca review akuh.
Ini semacam tantangan dalam mengerjakan tesis.

Selama ngerjain tesis ini, kadang aku suka bumpet, kamu tau pelarianku apa?
Msker wajah!
Aku punya beberapa masker wajah yang sempet terbeli saat aku survey buat skripsi beberapa bulan kemaren. Sempet teronggok di sebuah eoples plastik kecil di rak bukuku, dan aku iseng makenya lagi. Enak, lumayan. Karena beberapa udah mulai habisakhirnya aku restock lagi tapi belinya di mirota batik. Bukan masalah apa apa sih. Masuk ke pasar beringharjo just for buying some items like bubuk masker wajah itu bener2 buang waktu. Capek masuknya. Beda kalo beli di mirota batik. Masuk, ambil maskernya trus bayar kasir, selese dan pulang.

Kalo di pasar bisa salah fokus, tiba-tiba beli apa lah ga penting. Baiklah.

Kapan dong resti bikin beauty blogger????
Ntar gimana kaloudah bisa bagi waktu sama hal-hal lain?
Kerjaan atas nama tesis ini belum kelar. Aku juga ada cita2 bikin blog baru tentang kePWKan yang sellau gagal berubah jadi blog tentang kegalauan.

Baiklah. sekian dulu lah ya. Ini habis minum obat batuk ceritanya trus langsung teler dikit. 

October 27, 2013

Dia perempuan, Dia bekerja keras.

Hari ini, aku, nuki, dan mbopi pergi makan siang bareng sebelum kami gagal mewacanakan sarapan bersama. Kami makan siang di sebuah warung lotek  di jalan Pandega Marta. Bukan masalah loteknya yang akan aku review sih, tapi soal apa yang nuki bawa saat kamu makan siang. Galon akua.
Sudah hampir 2 minggu mungkin galon aku kami bertiga habis, teman kos lain juga habis. Pogung krisis galon akua. Warung Klaten yang biasanya menyediakan galon akua dalam jumlah banyak di depan tokonya kini hanya menerima isi ulang air yang kata teman2 isi ulang murah tersebut ga enak airnya, bikin sakit tenggorokan dan sebagainya. Aku memang belum pernah mencobanya dan engga mau main-main kalo hubungannya sama tenggorokan, karena tenggorokanku tipe sensitif.

Walopun sebenernya tenggorokan itu saluran lewatnya udara bukan air ataupun makanan. hehehe.


Selesai melahap lotek dengan porsi yang cukup merapel sarapan dan makan siang tersebut, kami mulai berkendara menyusuri jalan pandega hingga persimpangan dnegan Jalan Monjali. Tidak ada yang jualan akua. Mbopi memutar haluan ke kanan, ke arah indo grosir. Plis, cuma demi segalon akua, tapi itulah si perjuangan. Kami berjalan menyusuri selokan mataram. Dan, Nuki mengarahkan pandangan ke sebelah kiri dimana ada mas-mas ngangkutin galon akua. Mbopi spontan berhenti, aku juga. Kami balik arah menuju toko (lebih mirip rumah sih) yang jualan akua tersebut.

Kami akhirnya memesan akua 3 galon, 2 galon lagi punyaku dan mbopi yang ga kami bawa galon kosongnya. Mbak yang punya bilang, sebenernya dia ga bisa nganter kalo hari minggu, ini cuma pengecualian aja. Iya si, keliatan juga kalo mbaknya ga punya pegawai yang nganter2 akua. Dia menjaga tokonya itu sambil mengasuh anaknya yang masih balita.

Selesai menitipkan anaknya kedalam, mbaknya cuci kaki dna tangan langsung mengangkat 3 galon (1 galon diangkat nuki) ke atas motor astrea grand yang di bagian belakangnya sudah tersedia keranjang dengan 5 bagian sebesar ukuran galon akua. Mbaknya lalu mengangkut galon-galon tersebut dnegan mudahnya ke dalam keranjang tersebut. Kemudian dia mengendarai motornya di belakang motor mbopi dan nuki yang boncengan. Sedangkan aku memilih di belakang mengawal mbaknya. Di belakang mbaknya, sepanjang jalan aku mikir, pekerjaan nganter galon biasanya dilakukan oleh mas-mas atau bapak-bapak (langganan kami begitu), bukan ibu-ibu kayak mbaknya tadi siang. Mbaknya dnegan biasa mengendarai sepeda motor dengan membawa beban 3 buah galon akua. Tidak memakai helm, jaket atau alat perlindungan diri lainnya. Mbaknya masih muda, dia memakai daster batik selutut, membawa tas selempang berisi uang, handphone dan tisu akua.

Kami berjalan melewati jembatan baru, bukan hal susah kalo lewat jalan selebar itu. Masuk wilayah pogung, jalan yang rusak, sempit, padat kendaraan, aku mengkhawatirkan mbaknya nyenggol deretan parkiran on street beberapa rumah makan dan fotokopian di pinggiran selokan mataram. Atau lebih parahnya mbaknya kesenggol kendaraan lain seperti motor atau mobil karena keranjang akuanya. Kekhawatiran saya tidak terbukti gais.
Mbaknya dnegan lihainya bisa memahami beban apa yang dia bawa dan mengendarai sepeda motornya dnegan baik.

Yep, akua-akua kami sampai di kosan. Kami engga minta mbaknya naikin akua kami ke lantai kamar kami. Kasian ya. Mbaknya udah angkut2 akua sekarang masa disuruh ngangkutin. Akirnya kami angkutin galon kami maisng2 ke kamar.

Dari kejadian tadi siang, betapa seorang perempuan juga bisa setangguh laki-laki. Mengerjakan pekerjaan berat (menurut aku loh ya) setiap hari. Perempuan bukan makhluk sepele dan lemah. Perempuan bisa kok hidup keras seperti laki-laki. Perempuan bisa membantu menyangga perekonomian keluarga dnegan berbagai cara. Secara lazim mungkin kita akan berpikir, perempuan yang tinggal di rumah bisa buka warung atau bikin katering untu membantu keluarga, tapi mbak tadi melakukan jasa antar akua. Proteksi terhadap perempuan terutama di bidang kesehatan serta asuransi kecelakaan perlu dan penting banget. Mislanya, mbak tadi kena penyakit paru2 karena kalo nganter akua dia ga pake masker sehingga dia kena polusi udara dr bermacam kendaraan. Nasib keluarganya gimana?

Terkadang kalo aku ngomongin kaya gini terkesan lebay. Tapi, ini bukan sebuah kelebayan. Ini sama pentingnya ketika kita menyuarakan 'hari anti kanker payudara dan kanker rahim'. Masalah yang dihadapi perempuan bukan masalah yang dianggap sebelah mata saja. Ini masalah bersama. Kamu tau, rusaknya sebuah negara dikarenakan rusaknya perempuan di dalamnya?

Perhatian-2 kecil bisa berdampak besar di kemudian hari. Aku sebagai perempuan merasa begitu berat menjalani peran sebagai perempuan di lingkungan yang sudah terbentuk secara patriarki ini. Sebuah prioritas terkadang hanya terlihat sebatas rupiah.

October 24, 2013

FOKUS!

Masa-masa ini terulang kembali.

Muring-muring ga jelas, makan sembarang makanan berdasarkan nafsu sesaat, begadang tiada artinya, nangis mendadak, ngewasap orang2 randomly, buka jurnal2, merenung, nyoret-2 kertas..bla bla bla

Masa pencarian judul dan tema yang pas dengan apa yang akan aku sajikan dalam sebuah buku bernama tesis semester depan yang sudah dimulai bulan-bulan ini.
Kabarbaiknya miggu depan akan pra seminar tesis. Ehem.
Baru selasa kemarin aku sungkem sama pak bobi. Cerita judul apa yang akan aku tampilkan. Serupa cucian londri kotor, aku keluar dr ruangnya. Meskipun enggak dapet yang namanya judul, setidaknya aku  sudah sedikit lega. Tempat yang aku belum bisa kunjungi adalah perpusnya MSTT, aku belum nanya juga sih ke mbak Ina. Wew.

Masa-masa ini sangat berbanding lurus dengan cuaca serta kesehatan ku lo, gais.
Sudah hampir 4 hari ini aku flu sing ra mari-mari.
Kesel campur bete. Aku udah minum obat tapi obate ngantuki. Gawe males buat minumnya. Iya. Males!

Paitpait.

Semangat yang paling kerasa cuma dr orang tua aja di rumah. Bukan dari siapa-siapa. Termasuk kamu *loh*

Tadi siang kuliah pratesis, Pak Agam sempat berpesan bahwa klo tesis sebaiknya fokus. Ketika siap bilang 'YA' harus konsisten. jangan sampe di tengah jalan terlena pekerjaan apalagi dnegan gaji yang menggiurkan, percintaan, menikah, bla bla bla....


Kalo kerja, maybe yes aku bisa. Nikah? calon aja belooom ada ,,,,
hehehe


Sudah. Masalah tesis ini harus segera digenggam. Aku gamau tesis ini sia-sia banget.
Oke well, akhir2ii aku lagi suka bukain beauty blogger indonesia. KEPO MAKSIMAL!
Asik soalnya. Daripada nyari judul tesis aku lebih suka ikutan nyoba pake make up sendiri. hihihi

udah ah, bye.
Selamat malam!

October 22, 2013

Pilek

Hi there...
Seharian kemarin aku tergolek lemah tak berdaya setelah minum panadol dan obat radang. Tumebn aku minum panadol yang notabene obat warungan. Plis. Sejak kecil aku ga dikasih yang namanya demam minum bodrexyn, contrexyn apalah itu. Ibuku bekerja di sebuah klinik. Jadi, kalo aku sakit ibuku yang meramu obatnya. Engga ngerti merknya apa yang pasti obat2 yang ibu bawakan adalah obat2 yang engga aku temui di iklan televisi dan memiliki rasa nangudubillah buat diceritain.

Sampe tua juga kalo sakit ga ada namanya menjamah obat warungan bla bla bla. Kenapa saya dapet panadol?
Alasan utama dna paling utama adalah karena GMC atau asuransi kesehatan mahasiswa UGM saya sudah habis. Biasanya yang namanya jaman S1 kalo sakit pusing dikit aku ke GMC. Batuk dikit GMC, sampe kesiram air panas dan lecet juga ke GMC. Badan tubuh saya ini memang rapuh gaaiiis. Saake tenan og.

Panadol aku dapatkan dari apotek K24 Jakal kemarin siang karena aku mau beli obat radang tenggorokan, mbaknya nawarin Trotches. No no no. Ga ngaruh buat saya. Aku bilang 'Sama demam nih mbak sama pusing juga'. Lalu mbaknya mbawain yang namanya obat merek ifla buat radang serta panadol buat pusing. Total 17500 gais.

Balik kosan aku minum obat tersebut. Kepala bukannya reda malah makin pusing. Ga tahan bgt. Aku cuma tiduran di kasur. Bnagun2 badan keringetan sekujur tubuh. Awww

Sampe hari ini aku malah pilek ga jelas. Bibir kering. Muka pucat. Aku zombie.

Well, udah ya mau siap2 ngantor dulu. Bos td udah ngehubungi buat diskusi bareng. Alhamdulillah akhirnya sadar juga beliau kalo proyek ini telah mangkrak begitu lama karena beliaunya sibuk sana sini.

Masuk Sekolah

  Assalamualaykum teman-teman blog! Sudah lama sekali ga menyapa lewat blog, alasan klasik tolong diterima ya.                          ...